Politik Pemerintahan

Emil Dardak Jadi Dosen Tamu di UGM, Ajak ASN Berani Inovasi

Surabaya (beritajatim.com) – Kita kadang-kadang berfokus pada agency yang melakukan inovasi. Nah, ini kecederungannya lebih mencari hal baru agar menang lomba inovasi ini, sehingga tidak ada keberanian untuk menerapkan inovasi orang lain,” kata Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.

Hal itu disampaikan Emil pada kuliah tamu secara daring terkait Penguatan Kapasitas Organisasi Publik (PKOP) dengan tema ‘Strategi Penguatan Kapasitas Organisasi di Sektor Publik: Praktik Lab Inovasi di tingkat Nasional dan Internasional’ yang diselenggarakan Departemen Politik dan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada, Jumat (7/5/2021).

Wagub Emil menjabarkan sesuai dengan arahan Gubernur Jatim memiliki banyak inovasi di antaranya penyederhanaan layanan Samsat, Big Data dan Klinik Bumdes

Emil menjelaskan Pemprov Jatim sediakan ekosistem untuk berinovasi

“Kita berharap ada inovation hub. Kita Pemprov Jatim membuat sendiri ini Jaringan Inovasi Pelayanan Publik Jawa Timur (JIPP),” jelasnya

Dia mencontohkan salah satu proses inovasi dapat berjalan.

“Pemprov Jatim memiliki program Big Data yang melibatkan ASN dan pihak luar. Hal ini mendorong terjadinya kolaborasi dan pertukaran informasi, ini merupakan bagian dari crowdsourcing. Apa yang ada dari luar bisa kita jadikan masukan,” jelas Emil.

Mensesneg Pratikno yang juga hadir memberikan tanggapan.

Sejalan dengan apa yang disampaikan Wagub Emil, Mensesneg Pratikno berharap pemimpin di daerah mampu menjadi pemimpin yang mampu meramu

“Leadership yang mampu meramu bukan sekadar pandai saja, dalam inovasi pengalaman adalah masalah serius. Pengalaman menjebak kita, dengan menjadi tidak berpengalaman akan menjadi lebih baik, namun bukan berarti tidak memiliki kemampuan ya,” harapnya.

“Siapa bilang ASN kita ini tidak rajin dan tidak pintar. Mereka ini ibarat hamster yang terjebak dalam wheelnya, keliatannya berlari namun kenyataanya jalan di tempat ini karena ekosistemnya,” ungkap Pratikno

Emil mengajak ASN untuk berani lebih banyak mengatakan iya dapat dilakukan, bukan sebaliknya

“Jangan membenarkan yang biasa, tetapi biasakan yang benar. Lebih baik mengatakan iya dapat dilakukan lalu menjelaskan kendalanya dimana, bukan malah sebaliknya. Inovasi adalah bagian dari progress,” pungkas Emil. [tok/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar