Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Emil Dardak Ingin Anak Muda Jadi Petani Inovatif

Emil Dardak saat kunjungan ke Desa Sumursongo, Karas, Magetan, (24/9/2021) (foto: Prokopim Magetan)

Magetan (beritajatim.com) – Regenerasi petani perlu dilakukan meski sektor tersebut tidak diminati oleh generasi muda. Tantangan tersebut coba dijawab oleh komunitas Gerakan Milenial Cemerlang (Gemilang) Magetan dengan sistem pertanian organik.

Topik tersebut menjadi perbincangan pada Workshop petani Gemilang Magetan dan Gerakan Magetan Pertanian Organik (GEMPOR) di desa Sumursongo, Kecamatan Karas, Magetan, Jumat (24/9/2021). Wakil Gubernur Jawa Timur bersama jajaran OPD Jatim turut hadir.

Emil Dardak saat kunjungan ke Desa Sumursongo, Karas, Magetan, (24/9/2021) (foto: Prokopim Magetan)

Dijelaskan oleh Muhammad Dwi Chandra, penggerak Komunitas Gemilang, bahwa komunitas telah menghasilkan produk pertanian yaitu Beras Sehat Nusantara dengan varietas Mentik Susu, Mentik Wangi dan Beras 32. Sistem organik juga jadi solusi keterbatasan pupuk bersubsidi, karena sistem organik menggunakan pestisida dan pupuk alami.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak selaku inisiator Gemilang menyampaikan komunitas Gemilang berawal dari ide untuk melibatkan generasi muda untuk membangun desa dengan berbagai inovasi. ”Sektor pertanian ini yang harus mendapatkan sentuhan dari generasi Milenial agar bisa cepat berkembang baik dari sistem produksi maupun pemasaran produk nantinya,” kata Emil.

Terkait berbagai kendala seperti sertifikasi dan pengemasan produk akan menjadi evaluasi bagi koordinator Gemilang. Harapannya tatkala sistem organik Magetan nantinya diadaptasi di daerah lain bisa menjadi solusi yang paripurna. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar