Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Emil Ajak IAP Jatim Sinergi Sikapi Perkembangan Teknologi Informasi

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengajak Ikatan Ahli Perencana (IAP) untuk dapat bersinergi dalam menyikapi perkembangan teknologi dan informasi.

Hal ini dikarenakan dapat menggeser pola kegiatan ekonomi konvensional ke ekonomi digital dan membentuk sosial masyarakat yang aktivitasnya bergantung pada teknologi informasi.

“Saya hadir dalam kesempatan ini sekaligus untuk memastikan ada sinergi. Kebetulan saya juga dari latarbelakang profesi yang sama dan mengajak untuk mulai mengantisipasi tren yang berubah sejak pandemi, baik dari pola hidup masyarakat yang lebih digital, pola pergerakan serta pola konsumsi masyarakat,” kata Emil dalam Kongres Wilayah V Ikatan Ahli Perencana (IAP) yang diselenggarakan di Hotel El Kartika Wijaya Kota Batu, Minggu (18/9/2022).

Pergeseran kegiatan ekonomi dan sosial tersebut akan berimplikasi terhadap pergeseran pola pemanfaatan dan permintaan ruang wilayah dan kota sehingga dibutuhkan rencana tata ruang wilayah dan kota yang adaptif terhadap perkembangan tersebut. “Ini akan mengubah juga bagaimana struktur ruang yang harus kita rancang,” ucap Emil.

Dirinya menyebutkan bahwa untuk menghasilkan rencana tata ruang yang adaptif terhadap perkembangan, dibutuhkan adaptasi terhadap paradigma, kepekaan, serta seberapa kreatif dalam mendeteksi perubahan, khususnya para pakar planner seperti IAP sebagai perencana profesional wilayah dan kota.

Emil yang juga sebagai Dewan Penasehat IAP Jawa Timur menyampaikan bahwa IAP dan para planner harus memahami bagaimana masyarakat berkomunikasi dan memahami trend yang muncul.

“Seorang planner seringkali belajar gimana caranya menjadikan ruang publik ramai dan diminati oleh masyarakat. Begitu sedang sibuk mikir, taunya zebra cross jadi catwalk malah menjadi viral, padahal ada taman dan alun-alun,” tuturnya.

“Namun kita harus lihat juga apakah ini termasuk trend sesaat atau jangka panjang serta merupakan ladang input bagi planner, untuk itu harus peka melihat trend dan mengelola ke dalam interpretasi ruang supaya nggak berantakan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Emil menyebut bahwa banyak bergaul merupakan kunci sukses seorang perencana. Pasalnya, suatu suatu action plan harus aplikatif untuk diterapkan di lapangan dengan kondisi yang sesuai.

“Kita ini konsolidator wisdom dan knowledge di sekitar kita, dengan duduk di meja dan baca buku teori-teori yang kita pelajari di kuliah saja tidak lantas semua masalah selesai,” katanya.

“Kalau semakin banyak kita bergaul dan berkenalan dengan berbagai elemen masyarakat, maka akan lebih peka melihat itu dari sudut pandang konstruksi sosialnya,” tambah Emil.

Selain itu, Emil mengajak seluruh insan IAP dan Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia untuk ikut mensukseskan perhelatan The Eastern Regional Organisation for Planning and Housing (EAROPH), dimana Surabaya menjadi tuan rumah pada tanggal 5 hingga 7 Oktober 2022.

“Kami mengajak kepada seluruh insan IAP dan juga Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia untuk ikut mensukseskan perhelatan ini dan selanjutnya ikut mengawal peran kita sebagai presidensi dari EAROPH selama 2 tahun berikutnya,” harapnya.

Emil mengungkapkan apresiasi terhadap tim penataan ruang dari Pemprov Jatim yang telah menyiapkan penggunaan big data berbasis Google, Facebook, dan platform lain yang bisa bermanfaat untuk melakukan perencanaan ruang.

“Dari sana, kita bisa melihat data seperti pola mobilitas, pola konsumsi masyarakat, dan lain sebagainya yang mana dari sana kita akan konsentrasikan titik-titik tertentu yang kemudian perlu kita lihat sebagai potensi perekonomian. Jadi, saya berterima kasih sekali,” pungkasnya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar