Politik Pemerintahan

Ekskavasi Situs Kumitir Tahap Keempat di Mojokerto Menampakkan Jalur Sisi Barat

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat meninjau Situs Kumitir di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Ekskavasi Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto kali ini merupakan ekskavasi tahun ketiga, tahap keempat. Dengan anggaran sebesar Rp800 juta, luas area ekskavasi kali ini mencapai 1200 meter persegi menampakkan jalur sisi barat.

Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, ekskavasi tahun pertama di tahun 2019, tahap kedua tahun 2020, tahap ketiga bulan Maret tahun 2021 dan bulan September 2021 ini adalah tahap keempat. “Fokus ekskavasi Situs Kumitir tahap keempat, kota menampakkan jalur sisi barat,” ungkapnya, Senin (6/9/2021).

Masih kata Wicak (sapaan akrab, red), dari sudut benteng sisi barat laut hingga dugaan adanya gerbang istana di sisi barat. Tujuan ekskavasi dengan luas area yang akan diekskavasi mencapai 1200 meter persegi yang terdiri dari 12 bidang tanah milik warga sekitar.

“Berdasarkan hasil ekskavasi tahun 2019-2020, kita sudah mendapatkan hipotesis mengenai bagaimana peletakan dan pesebaran area Situs Kumitir. Yang merupakan area panjang 312 meter, dengan lebar 203 meter. Dinding keliling menghadap ke arah barat dan di barat kita menemukan indikasi runtuhan pintu gerbang,” katanya.

Posisinya garis lurus dengan bangunan utama, lanjut Wicak, ada di timur area makan desa setempat yakni di area sektor a, b, dan c. Sesuai rekomendasi Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mojokerto, ada 50 pekerja dari BPCB Jawa Timur sebanyak 25 orang dan dari masyarakat sekitar sebanyak 25 orang.

“Penggalian ekskavasi tertutup untuk umum dan sudah vaksin termasuk masyarakat. Sebelumnya, ada 85 pekerja. Semoga sesuai dengan target 1.200 meter persegi, di bulan Maret kita punya target 1.200 dan selesai. Permasalahan ada di tenaga lokal, kekuatannya mungkin tidak sama dengan dari BPCB. Namun untuk tanah sudah tidak ada masalah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Dwi Supranto menyampaikan, ekskavasi kali ini dengan anggaran Rp800 juta. “Anggaran terserap di tenaga kerja, penyewaan lahan dan kompenen-komponen lain yang terkait dengan ekskavasi,” jelasnya.

Setelah proses ekskavasi keseluruhan Situs Kumitir selasai, pihaknya menargetkan akan membuka destinasi wisata berbasis cagar budaya sejarah. Hal tersebut juga bagian dari upaya Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto untuk mengembangankan potensi destinasi wisata baru. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar