Politik Pemerintahan

Eks PKL Alun-alun Kota Mojokerto Segera Direlokasi ke Pasar Modern Berkonsep Digital

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam audiensi bersama eks-PKL Alun-alun di Rumah Rakyat Hayam Wuruk 50, Magersari, Kamis (23/7/2020) malam. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Di tengah arus modernisasi Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus memberikan akses kemudahan kepada masyarakat dalam bertransaksi, tak terkecuali dalam menggunakan aplikasi non tunai. Untuk itu, Wali Kota Mojokerto mulai menerapkan konsep digital kepada eks-pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun yang akan direlokasi ke Pasar Modern Benteng Pancasila.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam audiensi bersama eks-PKL Alun-alun di Rumah Rakyat Hayam Wuruk 50, Magersari, Kamis (23/7/2020) malam. Inovasi terbaru Pemkot Mojokerto tersebut tidak lepas sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus yang saat ini tengah menjadi pandemi di seluruh daerah.

Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi saat berkegiatan di luar rumah, terutama area publik seperti pasar tradisional, pasar modern, maupun area publik lainnya. Pasar Benteng Pancasila yang sebelumnya terbakar pada 2017 silam, saat ini tengah proses renovasi tahap akhir. Diperkirakan, pada bulan Agustus 2020 mendatang pasar berkonsep modern tersebut siap ditempati oleh para eks-PKL Alun-alun.

“Pasar yang dianggarkan melalui APBN tahun 2019 ini, insya Allah akan segera selesai sehingga bisa ditempati tahun ini. Tentunya, konsep pasar Benteng Pancasila nanti akan berbeda dengan konsep sebelumnya. Dimana, saat ini kami tengah menyiapkan aplikasi penunjang sebagai transaksi jual beli tanpa menggunakan uang cash atau tunai,” ungkapnya.

Pemanfaatan teknologi ini, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), semata-mata juga sebagai upaya kami Pemkot Mojokerto dalam memutus mata rantai penyebaran virus. Terutama dalam masa transisi adaptasi tatanan kehidupan baru atau new normal. Aplikasi tersebut, lanjut wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini, tidak sekedar aplikasi transaksi jual beli biasa.

Namun, di dalam aplikasi yang nantinya digunakan sebagai sarana transaksi oleh pedagang dan pembeli, terdapat berbagai fitur. Seperti jenis produk yang dijual, pembayaran non tunai, pembayaran retribusi, diskripsi toko dan produk serta masih banyak lainnya. Melalui aplikasi tersebut para pedagang tidak perlu mengkhawatirkan produk dagangan yang dijual tertukar dengan produk jualan pedagang lainnya, meskipun jenis produknya sama.

“Jadi melalui aplikasi ini, produk unggulan dari para UKM/UMKM dapat dipamerkan. Aplikasi ini pun, dapat diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Sehingga, secara tidak langsung dapat menumbuhkan sistem perekonomian masyarakat sekaligus mengenalkan produk lokal Kota Mojokerto ke berbagai daerah,” katanya.

Selain sebagai transaksi jual beli, aplikasi tersebut juga sebagai sarana pembayaran retribusi. Sehingga pedagang tidak perlu membayar secara cash atau tunai lagi. Wali Kota meminta agar para PKL tidak pernah percaya kepada oknum yang mengatasnamakan pegawai saat memungut retribusi. [tin/adv]





Apa Reaksi Anda?

Komentar