Politik Pemerintahan

Ekonomi di Tangan Jokowi Terbukti Maju

Surabaya (beritajatim.com) – Pertumbuhan ekonomi Indonesia era pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dinilai cukup luar biasa. Bahkan, pencapaian perekonomian Indonesia lebih baik dibandingkan dengan sejumlah negara berkembang.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun, menyatakan, ukuran ekonomi Indonesia saat ini masuk sebagai negara berkembang atau emerging market.

“Pertumbuhan Indonesia di bawah pemerintahan Pak Jokowi merupakan sebuah pencapaian luar biasa, karena luar biasa bila diperbandingkan dengan negara yang ukurannya mirip Indonesia, emerging market itu Indonesia dibandingkan dengan negara Brasil, Rusia, China, Afrika Selatan, Turki, kemudian ada India,” kata Misbakhun.

Hal itu menanggapi capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang melontarkan pernyataan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia telah menyentuh level 5 persen. Bahkan, Prabowo sempat mengucapkan ‘ndasmu’ atau dalam bahasa Indonesia berarti kepalamu terhadap klaim pertumbuhan ekonomi tersebut.

Misbakhun yang juga Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin ini mengatakan, berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tercatat terbaik nomor tiga di G20, setelah India dan China yang masing-masing tumbuh 7,3 persen dan 6,6 persen di tahun 2018.

Dia menjelaskan, bahwa capaian ekonomi Indonesia pada tahun 2018 menyentuh level sebesar 5,17 persen. “Angka ini cukup baik di tengah ketidakpastian global,” ujarnya.

Ketidakpastian global yang dimaksud adalah normalisasi moneter di Amerika Serikat (AS) dengan menaikkan suku bunga. Kebijakan ini mampu membuat dollar AS yang masuk di negara berkembang seperti Indonesia pulang kampung ke Negeri Paman Sam.

“Lalu ada juga trade war, kondisi ini pemerintah melakukan antisipasi, melakukan sungguh dan serius membangun ekonomi domestik yang memperkuat fondasi dasar nasional kita itu juga potensi kekuatan ekonomi,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin menyampaikan, saat ini ada pihak yang menakut-nakuti seolah Indonesia suram, ibu pertiwi sedang diperkosa.

“Kenyataannya, rakyat merasakan ekonomi bergerak, ekonomi oke-oke saja, produksi jalan, bahkan ekspor ke luar negeri berjalan,” ungkapnya.

Machfud mengatakan, selain untuk mengkonsolidasikan suara pekerja, upaya menyasar para pekerja pabrik juga untuk mengirimkan pesan kampanye tentang kondisi ekonomi bangsa yang terus tumbuh positif. Bahkan, Indonesia akan masuk jajaran lima besar ekonomi dunia dalam satu dekade mendatang. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar