Politik Pemerintahan

Ejawantahkan Fiqih Siyasah dan Peradaban, PAC ISNU Paciran Lamongan Gelar Halaqah

Kegiatan Halaqoh Fiqih Politik dan Fiqih Peradaban yang digelar oleh PAC ISNU Paciran, di Tanjung Kodok Beach Resort Paciran Lamongan, Minggu (19/2/2023).
Kegiatan Halaqoh Fiqih Politik dan Fiqih Peradaban yang digelar oleh PAC ISNU Paciran, di Tanjung Kodok Beach Resort Paciran Lamongan, Minggu (19/2/2023).

Lamongan (beritajatim.com) – PAC ISNU Kecamatan Paciran menggelar kegiatan Halaqoh Fiqih Politik dan Fiqih Peradaban dalam rangka tasyakuran satu abad NU dan pelantikan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) setempat, di Tanjung Kodok Beach Resort Paciran Lamongan, Minggu (19/2/2023).

Turut hadir dalam kegiatan halaqoh ini di antaranya Rais Syuriyah PBNU KH. Masdar Farid Mas’udi, Wakil Bupati Lamongan KH. Abdul Rouf, jajaran pengurus PCNU Lamongan, Ketua PC ISNU Lamongan R. Zainul Musthofa, pengurus MWCNU Paciran beserta seluruh pengurus ISNU Paciran yang baru saja dilantik.

Ketua PAC ISNU Paciran, Khoirul Huda menyampaikan bahwa kegiatan halaqoh fiqih siyasah dan peradaban ini digelar sebagai wujud ikhtiar ISNU untuk terus berkontribusi kepada masyarakat melalui pemahaman politik, seperti yang digaungkan oleh PBNU.

“Alhamdullillah, ISNU mencoba untuk berkontribusi kepada masyarakat, terutama pada kader-kader NU yang suka dengan politik melalui halaqoh ini. Kali ini, ISNU juga memberikan kado kepada masyarakat dengan mendatangkan pengurus PBNU secara langsung. Halaqoh ini sangat penting, utamanya untuk menghadapi tahun politik,” ungkap Khoirul.

Selain itu, melalui halaqah ini, Khoirul menjelaskan, ISNU ingin mengejawantahkan fiqih peradaban yang telah diusung oleh PBNU. Sehingga, ISNU benar-benar siap menjadi garda terdepan dalam membumikan apa yang telah digariskan oleh PBNU.

“Kami selaku Banom NU mencoba untuk mengejawantahkan apa yang telah disampaikan oleh PBNU terkait fiqih peradaban itu. Kita siap melaksanakan, sekaligus membumikan pemahaman yang telah disusun para kiai dan muassis itu kepada masyarakat NU sampai tingkat bawah,” terangnya.

Khoirul menegaskan, ISNU dituntut untuk bisa menjawab dan mengawal persoalan-persoalan kerakyatan. Bukan hanya memikirkan ketahanan ekonomi, namun juga ketahanan keluarga.

“Satu hal yang harus dicatat adalah persoalan tentang masail an roiyah (persoalan kerakyatan). Kader-kader NU harus mampu menjadi advokat, dalam mengawal persoalan yang dihadapi rakyat,” paparnya.

“Untuk pengaplikasiannya, kader-kader NU akan datang ke rumah-rumah warga, guna mengetahui kondisi keluarga, pendapatan, ke mana mereka menyekolahkan anak-anaknya, hingga berafiliasi dengan organisasi apa mereka. Ini dimaksudkan untuk memangkas polarisasi radikalisme yang sudah mulai masuk ke ranah keluarga. Ini yang saya maksud dengan aplikasi ketahanan keluarga,” imbuhnya.

Khoirul berharap, pengaplikasian ketahanan keluarga ISNU ini nantinya bisa dikolaborasikan dan disinergikan dengan program pemerintah. “Utamanya oleh Bappeda dalam hal merencanakan program kegiatan ke depan. Untuk membangun masyarakat yang lebih baik,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Lamongan, KH. Abdul Rouf mengatakan, jumlah warga Nahdliyin itu tidak kurang dari 150 juta orang. Oleh karenanya, tutur Kiai Rouf, kuantitas itu juga harus diimbangi dengan kualitas pendidikan warga NU. 

“Kalau jumlah (Nahdliyin) banyak tapi kualitas lembaga pendidikannya rendah, maka nanti tidak akan mampu membuat perubahan besar bagi NU. Maka tugas kita adalah bagaimana menjadikan lembaga pendidikan NU itu maju. Kesejahteraan masyarakatnya juga bagus,” tuturnya.

Lebih lanjut mengenai fiqih siyasah dan peradaban yang digaungkan oleh PBNU, Wabup Rouf menilai bahwa hal itu sangat penting. Pasalnya, fiqih itu dinamis dan harus mampu menjawab tuntutan zaman yang semakin berkembang.

“Fiqih itu dinamis, sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan fiqih siyasah dan peradaban yang akan dipaparkan oleh Kiai Masdar ini, nanti kita bisa lebih memahami bagaimana sikap kita sebagai muslim dalam berbangsa dan bernegara. ISNU harus mampu menjawab tantangan zaman, karena punya tanggung jawab intelektual dan moral yang harus dipikul,” jelasnya.[riq/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar