Politik Pemerintahan

Pedagang Pasar Duduksampeyan Minta

Edukasi Menangkal Virus Covid-19 jangan Jalan di Tempat

Gresik (beritajatim.com) – Paguyuban pedagang pasar tradisional Kecamatan Duduksampeyan Gresik, meminta edukasi bagaimana menangkal virus Covid-19 tidak jalan di tempat. Terlebih lagi, dalam waktu dekat Pemkab Gresik segera memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di 11 kecamatan.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Duduksampeyan Totok mengatakan, pasar tradisional adalah pusat perekonomian rakyat. Sebab, disana ada pembeli dan pedagang dengan entitas pendukungnya seperti supplier produk manufaktur, serta transaksi.

“Berjalannya pasar berarti terjaganya pasokan bahan baku kebutuhan pokok, sekunder. Bahkan, tersier menjadi terjamin di wilayah tersebut. Jadi jangan ditutup tapi sebaliknya edukasi menangkal virus Covid-19 terus dilakukan. Bukan jalan ditempat,” katanya, Senin (20/04/2020).

Totok mencontohkan saat krisis ekonomi berlangsung, pasar tradisional menjadi salah satu contoh sistem ekonomi kerakyatan yang tidak hanya mampu bertahan tetapi juga menjadi stimulator roda perekonomian makro.

“Terkait adanya pandemi Covid-19 kami mengusulkan ada program perlindungan dan tanggap pasar adalah hal yang mendesak untuk segera dilakukan. Masyarakat pasar harus mempunyai organisasi tanggap terhadap penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ada enam point terkait dengan tanggap Covid-19 di lingkungan pasar. Salah satunya adalah terus melakukan edukasi dan menjalankan program pencegahan. Selain itu, mempunyai protokol SOP serta APD dan pendukungnya.

“Dari semua point yang kami usulkan itu paling tidak turut serta ikut menanggulangi Covid-19. Penutupan pasar malah membuat potensi penyebaran Covid-19 menjadi lebih luas dikarenakan pola penyebaran covid terjadi melalui pergerakan carriernya (pembawa virus),” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar