Politik Pemerintahan

E-Parkir Gresik Masih Mangkrak

Gresik (beritajatim.com) – Alat parkir elektronik (e-parkir) masih mangkrak di Jalan Samanhudi Gresik. Penyebabnya, revisi Perda retribusi parkir tepi jalan belum disahkan. Tapi kabarnya, perda itu tinggal selangkah lagi untuk menjadi dasar hukum.

Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik meyakini alat e-parkir itu bisa berfungsi sebelum tutup tahun. Rencananya, di sisa tahun 2020 ini untuk masa percobaan. Barulah nanti ada evaluasi kemudian diperbaiki untuk penerapan e-parkir di 2021.

Kepala Dishub Gresik Nanang Setiawan menuturkan, jika e-parkir itu nanti diterapkan, pihaknya menyoroti kendaraan roda dua yang sedikit kewalahan. Pasalnya, pembayaran e-parkir itu menggunakan kartu tol atau sejenisnya.

“Kami evaluasi setelah berjalan nanti. Hingga muncul solusi tepat guna,” tuturnya, Kamis (20/08/2020).

Seperti diketahui, sejak tahun lalu ada 10 mesin e-parkir terpasang di Jalan Samanhudi atau di area parkir Pasar. Alat itu pun sering digunakan oleh para juru parkir di lapangan. Tapi, kenyataannya tetap memakai cara manual. Pengendara hanya ambil karcis di mesin, bayarnya tetap manual ke jukir.

Padahal seharusnya ketika ada e-parkir itu tinggal menggesekan kartu elektronik. Jukir juga demikian, hanya mengawasi kendaraan yang diparkir.

“Jukir di lapangan ada tugas tambahannya paling mengarahkan apabila masyarakat kesulitan menggunakan alat itu,” ungkap Nanang.

Terkait dengan ini, Nanang mengaku baru saja mendapat angin segar dari bupati 6 Agustus 2020 lalu. Dalam surat itu ada catatan Bupati Sambari Halim Radianto kepada sejumlah stakeholder terkait untuk menyelesaikan regulasi parkir tepi jalan.

“Bupati sudah oke. Mendukung agar dasar hukum ini segera selesai. Tinggal dirapatkan kemudian disahkan. Tapi kami pastikan tahun ini alat itu dioptimalkan, akhir tahun kita evaluasi,” tandasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar