Politik Pemerintahan

Dulu Pariwisata Bangli Tinggi, Sekarang Memuji Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Diakui atau tidak, Bali masih menjadi magnet pariwisata di Indonesia. Jutaan wisatawan datang setiap tahun untuk berlibur ke Pulau Dewata.

Tak ayal, warga di Bali begitu bergantung pada sektor pariwisata. Dari pariwisata mereka memutar ekonomi hingga meninggalkan sektor lain.

Namun saat pandemi Covi-19 melanda, Bali bak pulau mati. Hiruk pikuk dan hingar bingar wisatawan yang dulu mewarnai kini semua pergi.

Ekonomi sepi dan terhenti. Bahkan, sejumlah sektor penopang pariwisata banyak yang mati suri.

Kondisi itu juga dialami oleh salah satu kabupaten di Bali, yakni Bangli. Selama ini, hampir 51 persen perekonomian di Provinsi Bali, termasuk Kabupaten Bangli, sangat bergantung pada sektor pariwisata.

“Sektor ini terpaksa harus terhenti selama pandemi covid-19 lantaran adanya kebijakan yang melarang wisatawan asing masuk ke wilayah Bali untuk mencegah penularannya,” kata Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, saat di Banyuwangi, Selasa (8/6/2021).

Dia menyebut, merosotnya sektor pariwisata menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Bali mengalami kontraksi hingga 9,3 persen (2020). Bahkan tahun ini, pertumbuhan ekonominya masih tercatat minus 5,8 persen.

“Tentu penurunan ini juga sangat kami rasakan di Kabupaten Bangli,” ujar Wayan.

Bahkan secara gamblang, Wayan mengapresiasi kinerja pariwisata Banyuwangi. Pasalnya, daerah ini dapat segera bangkit dan berangsur pulih meski dihantam pandemi.

“Inilah yang menjadi alasan kami ingin bekerja sama dengan Banyuwangi. Selain pertaniannya memang terbukti bagus, ternyata di tengah pandemi saat daerah lain hancur, justru pariwisata Banyuwangi mampu bertahan. Kami ingin belajar kiat-kiatnya,” ujar Wayan. [rin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar