Politik Pemerintahan

Dulu Menangkan Faida, PAN Kini Dukung Mantan Wartawan Jadi Cabup Jember

Jember (beritajatim.com) – Partai Amanat Nasional pindah ke lain hati. Dalam pemilihan kepala daerah di Jember, Jawa Timur, pada 2015, partai itu mendukung Faida yang kemudian terpilih menjadi bupati. Namun dalam pilkada kali ini PAN mendukung Ifan Ariadna Wijaya, mantan wartawan yang sekarang pengusaha alat utama sistem persenjataan.

Deklarasi dukungan untuk Ifan dilakukan di kantor Dewan Pimpinan Daerah PAN Jember, Minggu (5/7/2020) malam. Deklarasi ini diikuti para pengurus cabang dari 31 kecamatan.

“Sudah jadi kenyaataan politik kalau hari ini Dewan Pimpinan Pusat PAN sudah menugaskan kami untuk bergerak bersama Mas Ifan. Apalagi ditambah petahana memakai jalur independen,” kata Ketua DPD PAN Jember Lilik Niamah.

“Tentu menjadi tantangan bahwasanya kami harus tetap menjaga marwah partai ini, karena amanah masyarakat dan undang-undang kalau partai adalah lembaga resmi dalam melakukan kebijakan lewat anggota kami di DPRD,” tambah Lilik.

PAN tidak puas dengan cara Bupati Faida berkomunikasi selama memimpin Jember. “Cara komunikasi petahana dengan partai politik, yang punya etalase dan kepanjangan tangan di lembaga legislatif, sampai hari ini belum menemukan titik temu. Bahkan pembahasan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) kita tahun 2020 molor sampai Juli. Padahal sekarang mestinya sudah membahas KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara) 2021, dan mestinya sudah selesai juga untuk Perubahan APBD 2020. Tapi sampai hari ini Jember hanya punya peraturan kepala daerah (dan bukan peraturan daerah APBD),” kata Lilik.

Selain bertemu PAN, menurut Lilik, Ifan juga sudah bertemu dengan partai-partai parlemen yang tergabung dalam Kaukus Perubahan. “Kebetulan di situ di antaranya ada Perindo, Golkar, PPP yang sudah disebut (mendukung) Mas Ifan, ya sudah berarti tinggal Demokrat, Partai Berkarya, dan PKS. Dari tujuh parpol yang ada, kalau memang Kaukus Perubahan adalah semangat kita dan mengatakan tidak terhadap petahana, ya hari ini kita tinggal menunggu PKS dan Demokrat,” katanya. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar