Politik Pemerintahan

Dukungan Uji Sekolah Tatap Muka di Jember Mulai Muncul

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Riyadus Sholihin Madini Farouq [Foto: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – Dukungan terhadap rencana bupati terpilih Hendy Siswanto untuk menggelar uji coba belajar-mengajar secara tatap muka di sekolah, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 1 Maret 2021, mulai muncul dari masyarakat.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Riyadus Sholihin Madini Farouq menyambut baik rencana itu. “Pendidikan itu tidak cukup hanya dengan pembelajaran melalui dalam jaringan (daring),” katanya kepada beritajatim.com, Senin (15/2/2021).

Selama ini, menurut Madini, orang tua mengeluh kesulitan membantu anak-anak dalam menjawab soal dan mengerjakan tugas yang diberikan ketika pembelajaran di rumah. “Kesulitan orang tua adalah mengawasi putra-putrinya yang banyak beraktivitas bermain di luar rumah, sementara mereka harus bekerja,” katanya.

Namun, Madini menekankan pentingnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan. “Protokol 3M harus tetap dijalankan, dan perlu jadwal masuk sekolah secara bergantian serta pembatasan jam masuk dengan mengajarkan materi pelajaran yang penting dan pelajaran pokok saja,” katanya.

Menurut Madini, pemerintah daerah sudah memberikan bantuan berupa tempat cuci tangan kepada sekolah-sekolah. “Walaupun saya melihat masih ada sekolah-sekolah swasta di desa yang belum mendapatkan fasilitas bantuan cuci tangan tersebut. Ini artinya belum merata sampai ke pelosok desa,” katanya. Dia berharap fasilitas untuk pelaksanaan protokel kesehatan benar-benar merata di semua sekolah.

Madini masih menunggu instruksi pemerintah daerah yang masih akan berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19. “Kewenangan memutuskan apakah akan memulai tatap muka atau tidak diserahkan kepada kepala daerah masing-masing sesuai statement Mendiknas,” katanya.

Menunggu ini, Madini melakukan koordinasi dengan para kepala sekolah dan madrasah yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Islam Riyadlus Sholihien. Riyadus Sholihien membawahi lembaga pendidikan mulai dari TK, Ml, SMP, MA dan SMK. “Kami perlu melakukan langkah-langkah koordinasi dan antisipasi untuk mempersiapkan diri, jika memang kebijakan tersebut akan dimulai pada awal Maret tahun ini,” katanya. Dia juga berkoordinasi dengan para pengurus komite sekolah yang merupakan perwakilan wali dan orang tua siswa.

Ketua Persatuan Orang Tua Peduli Pendidikan Anak David Susilo mendukung tatap muka segera dimulai. “Namun dengan catatan tetap mengacu pada protokol kesehatan dan komunikasi bersama orang tua sangat penting dalam mengawal anak didik dari rumah ke sekolah dan dari sekolah ke rumah,” katanya.

Menurut David, belajar tatap muka di sekolah akan mengurangi tingkat stres orang tua dan anak. “Perdebatan soal materi pelajaran antara anak dan orang tua di rumah juga terkurangi,” katanya.

David juga meminta kepada orangtua agar juga memberikan nasihat dan memperhatikan peralatan personal anak-anak untuk menjalankan protokol kesehatan. “Personal normal check merupakan tanggung jawab orang tua. Sedangkan standar prokes di sekolah merupakan tanggung jawab sekolah,” katanya.

Rencana Hendy Siswanto menggelar pembelajaran tatap muka di sekolah secara bertahap ini dikemukakan dalam acara talk show Jember Lawyers Club, di Kafe Menepi, Kabupaten Jember, Senin (8/2/2021) malam. “Jika tanggal 17 Februari saya dilantik, saya berharap pada 1 Maret bisa dilakukan dengan bertahap, dengan aturan yang ketat. Kita ambil pilot project beberapa sekolah dulu, dan kita floor di mana kelemahan-kelemahannya,” katanya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar