Politik Pemerintahan

Pilbup Malang 2020

Dukung LADUB, Bawaslu Ingatkan Bupati Lumajang Taat Aturan

Malang (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Malang mengingatkan agar proses tahapan Pilkada dipatuhi seluruh pihak, termasuk mentaati aturan main.

Masuknya Bupati Lumajang Thoriqul Haq yang terang-terangan mendukung paslon nomer urut 2 Lathifaj Shohib-Didik Budi Muljono (LADUB), memantik reaksi Bawaslu dan mengingatkan agar Cak Thoriq, mentaati aturan yang ada.

“Setiap orang mempunyai akses dan pilihan pribadi. Tidak bisa dilarang, itu hak azasi pilihan kepada calon manapun. Akan tetapi, pernyataan Bupati Lumajang Thoriqul Haq, harus tunduk dan patuh kepada UU No 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, serta Walikota dan ketentuan PKPU yang terkait Pilkada,” tegas Koordiv Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George Da Silva, Senin (2/11/2020) sore.

“Saya hanya mengingatkan, beliau adalah Bupati Lumajang yang wilayahnya berbatasan dengan wilayah Kabupaten Malang seperti Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit dan Turen. Jangan sekali-sekali ikut berkampanye di wilayah Kabupaten Malang. Harus taat kepada zona kampanye,” tambah George.

Ia melanjutkan, sebagai Bupati Lumajang, Thoriqul Haq harus terdaftar lebih dulu sebagai tim kampanye di KPU Kabupaten Malang. “Harus terdaftar dulu. Atau izin cuti. Beliau Bupati tentunya memahami dan mengerti larangan dalam Pilkada berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan,” beber George.

Sejauh ini, Bawaslu akan memanggil penyelenggara acara sepakbola persahabatan yang digelar di kecamatan Turen antara klub sepakbola dari Lumajang melawan tim dari kecamatan Ampelgading. Dalam pertandingan itu sempat dihadiri Bupati Lumajang. “Acara sepakbola Sabtu 31 Oktober 2020 kemarin. Terpaksa kita hentikan. Besok kami akan panggil untuk mengklarifikasi masalah ini di Panwascam Turen. Termasuk acara di Cakra Turen, juga kita beri surat teguran. Karena bukan zona kampanye tapi mengumpulkan 50 orang dengan agenda pelatihan kader saksi,” terang George.

Saat ditanya perihal Lembaga Survey yang mendukung salah satu paslon dengan memberi imbalan uang serta barang, George mengaku sudah mendengar soal itu. “Kami masih selidiki. Apa benar. Informasi awal memang seperti itu, hanya saja kami masih lakukan penelusuran dulu. Bisa benar tapi juga bisa salah. Hanya saja pada aturannya, lembaga survey manapun tidak boleh membagi uang dan barang,” George mengakhiri. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar