Politik Pemerintahan

Dugaan Penggelembungan Suara di Surabaya, Ini Kata PAN

Surabaya (beritajatim.com) – DPD PAN Kota Surabaya mendukung langkah lima parpol yang melaporkan dugaan penggelembungan suara di Surabaya.

“Sebagai pelaku demokrasi, kami mendukung langkah-langkah itu,” kata Ketua DPD PAN Surabaya, Hafid Suaidi melalui rilis yang diterima beritajatim.com, Rabu (24/4/2019).

Hafid mengatakan, dari lima parpol yang melaporkan dugaan penggelembungan suara ini, paling banyak dirugikan adalah PKB kemudian Hanura dan Partai Gerindra. Nah, DPD PAN melakukan supporting segala yang dibutuhkan oleh partai-partai tersebut.

Ia juga mengatakan, dugaan penggelembungan suara ini secara politik sangat ada kaitannya dengan sejumlah event-event politik ke depan. Karena, penentuan jumlah kursi di legislatif akan berpengaruh kepada bisa atau tidaknya dalam mengusung calon kepala daerah.

“Secara politik memang sangat ada. Untuk agenda besarnya itu. Tapi pada intinya PAN mensupporting langkah teman teman tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta seluruh kadernya untuk menjaga suara. Pernyataan itu dilontarkan Imin melalui akun twitternya @CakImiNOW menyikapi pemberitaan tentang dugaan pencurian suara PKB di sejumlah daerah di Probolinggo, Jawa Timur.

“Para kader! Kejar suara PKB! Jangan biarkan maling jadi rampok di siang bolong,” tulis Cak Imin.

Pengurus PKB Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sebelumnya mendatangi proses penghitungan suara di kantor Kecamatan Kraksaan.

PKB menemukan bukti pengurangan suara PKB sebanyak 70 persen di Kabupaten Probolinggo pada Pemilu 2019.

“Kejar sampai dapat hak PKB,” katanya.

Menurut Cak Imin, pencurian suara PKB menurutnya akan sia-sia. “Ingat bumi itu bulat! Siapapun yang mencuri dan merampok suara PKB akan sia-sia,” kata Muhaimin.

Sejumlah parpol yang melayangkan tuntutan ke Bawaslu Kota Surabaya untuk dilakukan penghitungan suara ulang. Enam partai tersebut yakni PKB, Gerindra, Hanura, PAN, PKS dan perwakilan caleg Golkar Abraham Sridjaja. Hari ini adalah terakhir batas laporan dari parpol-parpol tersebut untuk melengkapi berkas laporan dugaan penggelembungan suara yang diduga dilakukan salah satu partai. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar