Politik Pemerintahan

Dugaan 2 ASN Langgar Netralitas, Bawaslu Ponorogo Rekomendasikan ke KASN

Kordiv. Penindakan Pelanggaran Bawaslu Ponorogo Marji Nurcahyono(foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Bawaslu Ponorogo sudah mengeluarkan keputusan terkait dugaan pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN) di Ponorogo.

Ya, beberapa waktu lalu, ada dua ASN yang ikut daftar dalam penjaringan bakal calon wakil bupati (bacawabup) yang diadakan beberapa partai politik (parpol) di bumi reyog. Dari penelusuran yang dilakukan Bawaslu Ponorogo, sudah ada keterpenuhan syarat formil dan materilnya, sehingga ditemukan menjadi temuan.

“Setelah dijadikan temuan, kami hadirkan dua ASN tersebut untuk dimintai informasi,” kata Kordiv. Penindakan Pelanggaran Bawaslu Ponorogo Marji Nurcahyono, Rabu (12/8/2020).

Dari hasil informasi dari yang bersangkutan, dilakukan kajian dan dirapatkan oleh Bawaslu Ponorogo. Dalam keputusannya, Bawaslu menyampaikan rekomendasi ke komisi aparatur sipil negara (KASN) terkait dugaan pelanggaran netralitas dua ASN tersebut. “Kami rekomendasikan ke KASN. Jadi nanti yang memberikan sanksi adalah dari pihak KASN. Bawaslu sebatas memberikan rekomendasi saja,” katanya.

Berdasarkan bukti dan keterangan saksi-saksi, Bawaslu Ponorogo menyimpulkan bahwa dua ASN itu bertentangan dengan pasal 2 huruf F dan pasal 5 ayat 2 huruf H Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Pasal 6 huruf H dan pasal 11 huruf C Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2004 tentang pembinaan jiwa korps dan kode etik dan Pasal 3 ayat 7 Peraturan Pemerintah RI nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. “Surat rekomendasi kami kirimkan ke KASN tanggal 6 Agustus 2020, juga kami tembuskan ke Bawaslu RI,” katanya.

Diberitakan sebelumnya kabar terkait dua ASN yang mendaftar penjaringan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) di sejumlah partai politik, sudah sampai Bawaslu Ponorogo.

Kordinator divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga Bawaslu Ponorogo, Juwaini akan melakukan penelusuran terkait hal tersebut. Dia akan membuka penyelidikan, dengan mencari kebenaran informasi itu. Mulai dari benar tidaknya hal tersebut, apakah melibatkan ASN aktif, hingga keterlibatan mereka ini seperti apa. “Informasi awalnya ya begitu, ada 2 ASN aktif daftar penjaringan di partai politik,” kata Juwaini.

Bawaslu rencananya akan mengkonfirmasi ke sejumlah pihak terkait. Bawaslu akan mengkaji, jika semua informasi dari pihak-pihak terkait sudah terkumpul. Ada sejumlah aturan yang akan dijadikan alat untuk mengkaji. Mulai peraturan Bawaslu, hingga undang-undang terkait ASN. “Kemudian nanti akan diplenokan, apakah akan memanggil 2 ASN tersebut untuk diklarifikasi atau ada langkah lain,” katanya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar