Politik Pemerintahan

Dua Tahun Program Tidak Dijalankan, Ipong Berani Mundur

Ipong-Bambang dan pejabat notaris Hartati Hadiwijaya saat menunjukan janji politiknya. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono mendatangi kantor notaris yang berada di Jalan Sudirman Ponorogo. Kedatangan mereka ke sana untuk membuat pernyataan secara notariil.

Dalam pernyataan itu, apabila keduanya terpilih sebagai bupati dan wakil bupati periode jabatan 2021-2025, akan ada janji politik yang harus dilaksanakan. “Secara notariil sudah kami buatkan akta pernyataannya. Akta ini dibuat dengan saksi para tokoh masyarakat,” kata Pejabat notaris Hartati Hadiwijaya, Jumat (9/10/2020).

Dalam akta pernyataan itu, juga disebutkan apabila setelah dua tahun menjabat, dan tidak ada program yang dapat dilaksanakan atau tertulis di dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD), maka keduanya bersedia mundur dari jabatannya sebagai bupati dan wakil bupati. “Jadi, jika dalam dua tahun tidak ada satu program yang dijalankan atau tertulis di RAPBD, maka Pak Ipong dan Pak Bambang harus bersedia mundur dari jabatannya,” katanya.

Sementara itu Ipong Muchlissoni mengungkapkan yang melatarbelakangi dirinya dan Pak Bambang mencatatkan janji politik di akta notaris itu, tidak lain karena pandemi Covid-19. Dulu, saat tahun 2015 dirinya bisa berkeliling di wilayah Ponorogo untuk melakukan kontrak politik. Namun, karena saat ini pandemi Covid-19, Ipong-Bambang tidak bisa melakukan kontrak politik secara massif. “Sekarang kumpulan dibatasi, maksimal cuma 50 orang,”

Maka dari itu, sebagai bentuk komitmen kepada masyarakat, dan tidak diklaim sebagai program abal-abal, maka janji politik itu dinotariskan. “Pernyataan yang dinotariskan ini akan diperbanyak dan akan dibagikan ke seluruh masyarakat,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar