Politik Pemerintahan

Pilkada Gresik

Dua Paslon Belum Ajukan Surat Pengunduran Diri yang Diterbitkan Gubernur Jatim

Gresik (beritajatim.com)- Dua pasangan calon (Paslon) mantan anggota DPRD Gresik, yakni Cabup Fandi Akhmad Yani dan dr Asluchul Alif hingga saat ini belum menyerahkan surat pengunduran diri dari anggota legislatif yang diterbitkan Gubernur Jawa Timur.

Kedua mantan anggota legislatif itu diwajibkan menyerahkan surat pengunduran diri paling lambat 30 hari sebelum pemungutan suara pada 9 Desember 2020. “Paling lambat 9 November 2020,” ujar Ketua KPU Gresik Akhmad Roni, Selasa (27/10/2020).

Roni menjelaskan, saat mendaftarkan diri sebagai pasangan calon pada 6 September lalu, keduanya baru menyerahkan surat pengunduran diri secara pribadi yang dibuktikan dengan surat keterangan partai politik. “Regulasinya memang diperbolehkan, sebab prosedur mengurus SK pengunduran diri kepada gubernur membutuhkan waktu. Harapannya, segera diproses sesuai batas waktu yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Terkait dengan itu, DPC Gerindra Gresik mulai menindaklanjuti hal tersebut. Yakni mengirimkan surat kepada DPRD Gresik nomor JR-34/43-10/B/DPC-GERINDRA/GRSK/2020. “Surat tersebut sudah kami kirim guna memenuhi persyaratan pendaftaran pencalonan Asluchul Alif sebagai Cawabup Gresik,” kata Sekretaris DPC Gerindra Gresik Asikin Harianto.

Ia menambahkan, untuk menindaklanjuti proses Penggantian Antar Waktu (PAW) dari fraksi Gerindra di DPRD Gresik, pihaknya sudah memprosesnya guna mengisi kursi yang kosong.

“Mengacu pada PKPU 6/2019 tentang PAW, satu kursi kosong dari Fraksi Gerindra pasca Alif mundur akan diisi oleh Achmad Ubaidi. Caleg dari dapil VIII Gresik (Sidayu, Manyar, Bungah) yang memporeleh urutan terbanyak nomor dua setelah Asluchul Alif. Total suaranya mencapai 3.065,” katanya.

“Soal pengganti PAW kami mengikuti regulasi yang ada saja, dan sampai sekarang di struktural di fraksi Gerindra juga masih dibahas secara internal,” sambung Asikin.

Disisi lain, SK pangunduran diri Fandi Akhmad Yani pun belum ditindaklanjuti oleh DPC PKB Gresik. Termasuk sosok pengganti dari pria yang bersaing dari daerah pemilihan II (Duduksampayan dan Cerme) pada pemilihan legislatif 2019 itu.

“Semua itu masih akan kami bahas di internal, segera kami tindaklanjuti. Jadi mohon waktunya,” tandas Sekretaris DPC PKB Gresik Imron Rosyadi. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar