Politik Pemerintahan

Maju Pilwali Surabaya 2020

Dua Orang Dekat Khofifah Kembalikan Form Pendaftaran di PDIP Jatim

Dwi Astuti, pengurus Muslimat NU Jatim seusai mengembalikan form pendaftaran di kantor PDIP Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Dua orang dekat Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sama-sama mengembalikan berkas formulir pendaftaran Bakal Calon Wakil Walikota Surabaya ke kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Jalan Kendangsari Industri Surabaya, Sabtu (14/9/2019).

Mereka adalah Wakil Sekretaris Muslimat NU Jatim, yang juga pernah menjadi tim sukses Khofifah di Pilgub Jatim 2018, Dwi Astuti dan Pengurus Fatayat NU Jawa Timur yang juga keponakan Gubernur Jatim, Lia Istifhama mengembalikan formulir. Keduanya sama-sama mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Walikota Surabaya.

Dwi Astuti mengaku mendapat restu dari Khofifah. Bahkan, dirinya sudah mendapat arahan dan petunjuk dari Ketua Umum Muslimat NU tersebut. “Kalau saya pribadi, jika ada teman-teman yang mau hadir untuk Surabaya, saya pikir itu normal. Mereka semua pada punya semangat untuk membangun negeri khususnya Surabaya,” kata Dwi kepada wartawan.

Pihaknya yakin semua berniat turun bertarung di Pilwali Surabaya 2020 memiliki kapasitas dan kompetensi masing-masing. “Kami akan menyiapkan fit and proper test sekitar tanggal 18 September, karena akan ada panggilan khusus untuk fit and proper test,” ungkapnya.

Selain PDI Perjuangan, Dwi Astuti menyebut, saat ini tengah melakukan safari politik ke sejumlah partai politik lain. Beberapa di antaranya adalah PKB, PPP, NasDem, PAN dan PSI. Dia berencana ikut juga mendaftar ke PSI. “PSI Insya Allah juga ada pendaftaran dan fit and proper test sampai sekarang hingga nanti penerimaan admintrasi di Oktober,” tutur Dwi.

Sementara itu, Lia Istifhama melihat banyaknya orang dekat Khofifah yang terjun di Pilwali Surabaya sebagai suatu hal positif. “Berarti di sekitar ibu banyak orang hebat dan mumpuni. Yang terpenting kita sama-sama bawa marwah ibu (Khofifah),” kata Lia.

Dirinya mengatakan bahwa semua ini kompetisi yang sehat menuju proses memimpin Surabaya. Pihaknya optimistis meski bersaing, tetap akan menjaga hubungan dengan baik. Proses masih panjang untuk siapa yang bakal maju diusung sebagai calon walikota.

“Ada (komunikasi dengan partai lain). Nanti njenengan bisa tunggu, saya akan komunikasi dengan partai lain. Jadi, itu semua sifatnya bersilaturahmi. Apapun itu bisa terjadi kalau Allah menakdirkan,” tandas Lia.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah (PB PPKN), Gus Ali Azhara menjadi orang dekat Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa keempat yang bakal bertarung di Pilwali Surabaya 2020. Selain Dwi Astuti dan Lia Istifhama, dua nama lagi yang merupakan orang dekat Khofifah adalah Gus Ali Azhara dan Gus Hans.

Gus Ali Azhara yang masih keluarga Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran-Sidoarjo ini merupakan Timses Khofifah pada Pilgub Jatim 2018. Dia juga pernah maju sebagai Caleg PPP untuk DPRD Jatim dari Dapil Sidoarjo pada Pileg 2019, tetapi sayangnya masih belum berhasil terpilih.

Sedangkan, KH Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans) adalah mantan Jubir Khofifah di Pilgub Jatim yang juga menjabat Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim. Hanya saja Gus Hans dan Gus Ali Azhara sama-sama tidak mengikuti proses pendaftaran di PDIP. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar