Politik Pemerintahan

Dua Napiter Lapas Porong Ikrar Setia NKRI

Sidoarjo (beritajatim.com) – Anton Labbase dan Kasim Khow dua Narapidana kasus Terorisme (Napiter) di Lapas Kelas I Surabaya di Porong mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Momen mengucapkan ikrar ini dipimpin Kalapas Porong Tonny Nainggolan di Aula Sugeng Handrijo, Lapas Porong. Seusai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, di hadapan para saksi keduanya menyatakan setia kepada NKRI secara mandiri.

Saksi yang hadir berasal dari berbagai elemen. Selain Kalapas, ada perwakilan Kementerian Agama Sidoarjo, Bhabinkamtibmas, Babhinsa, Brimob dan Intel Polda Jatim.

Kedua baru 11 Maret 2020 lalu dipindahkan ke Lapas Porong dari Lapas untuk kasus teroris, bandar narkoba dan kasus korupsi, dengan sistem tingkat pengamanan sangat ketat (Super Maximum Security), Lapas Narkotika Gunung Sindur Bogor Jabar.

Usai berikrar, kedua Napiter itu membubuhkan tanda tangan pada naskah bermaterei yang berisi ikrar setia kepada NKRI. Sebagai wujud rasa syukur, Kalapas Porong memotong tumpeng yang ujungnya diberi miniatur bendera merah putih. Potongan tumpeng itu, lalu diberikan kepada Anton dan Kasim.

“Tumpeng ini sebagai wujud syukur, keduanya dengan tulus ikhlas kembali kepada NKRI. Semoga hatinya tetap merah putih hingga akhir hayatnya,” terang Tonny Nainggolan Sabtu (21/3/2020).

Tonny menambahkan, momen ini menjadi bukti pembinaan di lapas berlangsung dengan baik. Pasalnya, tidak mudah melunakkan hati para narapidana khusus. Terutama yang berkaitan dengan ideologi. “Tapi berkat pendekatan kemanusiaan yang kami lakukan, yang bersangkutan mau kembali ke NKRI,” paparnya.

Diketahui sebelumnya, baik Anton maupun Kasim sebelumnya terlibat aksi terorisme di Poso dan Ambon. Keduanya didakwa karena mendistribusikan senjata dan peluru secara illegal.

Hakim memvonis keduanya masing-masing 3,5 tahun penjara. Setelah sekitar 2,5 tahun berada di Lapas Super Maximum Security di Gunung Sindur, keduanya dipindahkan ke Lapas Kelas I Surabaya 11 Maret 2020 lalu. “Keduanya diperkirakan akan habis masa pemidanaannya pada April dan Mei tahun depan,” tandasnya. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar