Politik Pemerintahan

Dua ASN di Ponorogo Daftar Penjaringan Bacawabup dari PKB

Kantor DPC PKB Ponorogo di Jalan Wonopringgo dipadati ratusan orang yang mengantarkan Sugiri Sancoko mendaftar penjaringan bacabup dari PKB. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Selain Sugiri Sancoko yang mendaftar sebagai bakal calon bupati (bacabup) dalam penjaringan jilid 2 di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), ada dua nama lagi yang ikut mendaftar pada penjaringan yang hanya berlangsung satu hari tersebut. Meski dua orang itu sama-sama mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati (bacawabup).

Teka-teki dua nama lain yang mendaftar itu akhirnya terjawab. Mereka adalah mendaftar adalah pegawai negeri sipil aktif yang bekerja di lingkup Pemkab Ponorogo. Yakni Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Bambang Tri Wahono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Jamus Kunto.

“Jadi tadi ada tiga orang yang mendaftar, selain Pak Giri, ada Pak Bambang Tri Wahono dan Jamus Kunto. Namun dua nama terakhir itu mendaftar kepada kami sebagai bacawabup,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Ponorogo Miseri Effendi, mengatakan partainya juga membuka penjaringan bacabup dan bacawabup tahap kedua. Dalam penjaringan yang juga dilakukan sehari tersebut, selain Sugiri Sancoko juga ada dua nama lagi yang mendaftar. Yakni dirinya sendiri dan Pak Bambang Tri Wahono. “Pak Bambang berkasnya sudah lengkap, Dia mendaftar sebagai bacawabup,”

Bambang Tri Wahono saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa dirinya memdaftar dalam penjaringan bacawabup di PKB dan Partai Demokrat. Dia beralasan ingin meramaikan hajat pesta demokrasi lima tahunan tersebut. “Kan ini pilkadanya sepi, jadi saya daftar untuk meramaikan,” kata Bambang.

Dia mengaku optimis terhadap pendaftarannya itu. Selain itu Dia juga menyadari konsekuensi yang dilakukan. Menurutnya, daftar penjaringan baik itu bacabup maupun bacawabup belum ke ranah berpolitik. Kalau sudah diusung atau daftar ke KPU, kata Bambang sesuai peraturan yang baru, harus mengundurkan diri sebagai aparatur sipil negara (ASN). “Ini masih daftar penjaringan di tingkat partai, tapi saya serahkan semua keputusan kepada PKB dan Partai Demokrat,” katanya.

Sementara itu untuk Jamus Kunto, enggan berkomentar saat dikonfirmasi terkait pendaftarannya dalam penjaringan jilid 2 dari PKB tersebut. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar