Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Dr Salim Kunjungi Sampang Datangkan Angin Segar untuk Indonesia

Dr Salim saat bersama Kiai dan Habaib di Kabupaten Sampang (Foto: Zamachsari/beritajatim.com).

Sampang (beritajatim.com) – Puluhan Kiai dan Habaib di Kabupaten Sampang, Madura, bertemu Dr Salim di Pondok Pesantren Daarut Tauhid Enjilan, Selasa (28/6/2022). Untuk melakukan pertemuan dengan tujuan agar Indonesia bisa berubah lebih baik.

KH Yahya Hamiduddin, Pengasuh Ponpes Al Furjan mewakili para puluhan ulama, Kiai khos dan habaib yang berkumpul menyampaikan secara langsung harapannya kepada Dr Salim. “Mudah-mudahan hadirnya Habib Salim mengundang angin segar untuk negeri kita. Agar ke depan bisa menjadi sandaran kita semua,” kata KH. Yahya.

Ia menyampaikan bahwa selama ini ulama di Sampang sudah merasa rindu perubahan di Indonesia. Ia menilai, kondisi bangsa Indonesia belakangan ini tidak kunjung membaik. KH Yahya kemudian menyampaikan keyakinannya bahwa jika ulama bersatu, akan mendatangkan keberkahan dan kelapangan bagi bangsa Indonesia ke depan.

Dalam kesempatan itu, Dr Salim senada dengan apa yang disampaikan KH Yahya. Menurutnya, Indonesia belum sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh para pahlawan dan pendiri bangsa ini. “Indonesia belum menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi, negeri yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur,” katanya.

Dr Salim kemudian membandingkan dengan Korea Selatan yang hari merdekanya hanya selisih dua hari dengan kemerdekaan Indonesia, pada 15 Agustus 1945.

Korea Selatan, Habib Salim melanjutkan, kini sudah menjadi negara yang maju, sejajar dengan negara-negara besar di dunia. Padahal kekayaan alam Indonesia jauh lebih besar dibandingkan Korea Selatan. “Kok bisa? Mungkin karena etos kerja, karena semangat kebersamaan, karena keadilan dan hukum dijunjung tinggi, tidak ada tebang pilih, dan seterusnya,” katanya.

Meski demikian, Dr Salim mengajak para ulama yang hadir untuk tidak perlu terlalu lama memandang apa yang sudah terjadi di Indonesia. Ia mengajak untuk bagaimana bersama memperbaiki Indonesia. “Kita tak perlu menyalahkan siapapun. Kita lihat ke depan saja. Sesekali lihat spion boleh lah, tapi jangan keseringan nanti nabrak,” kata Dr Salim.

Lalu bagaimana cara memperbaiki Indonesia? Menurut Dr Salim, memperbaiki negara demokrasi seperti Indonesia ini dengan cara menempatkan orang-orang terbaik yang bisa dipercaya agar bisa meneruskan aspirasi masyarakat di manapun keberadaannya. “Di negeri kita ini tidak mungkin berharap perubahan tanpa melalui partai politik. Karena perjuangan melalui partai politik sesuai dan dilindungi konstitusi,” tegas pria yang pernah menjabat menjadi Menteri Sosial RI ini.

Ia kemudian mengajak para ulama dan habaib yang hadir untuk bergandengan tangan, bersama-sama memperbaiki Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Saya datang ke Madura ini bukan untuk meminta dukungan. Karena PKS ini milik kita semua, milik para kiai, ulama dan habaib yang ingin bersama berjuang membela NKRI yang kita cintai ini,” ujar Habib Salim.

Menurutnya, menjadi anggota legeslatif maupun eksekutif merupakan sarana berjuang untuk memperbaiki bangsa dan membantu orang lain. “Pernah mendengar laut memakan ikannya? Pohon memakan buahnya? Atau lembu meminum susunya sendiri? Tidak pernah. Mereka berbuat untuk orang lain. Seharusnya manusia lebih bisa,” ujar Dr Salim.

Ia kemudian mempersilakan para kiai, ulama dan habaib untuk menggunakan PKS sebagai kendaraan untuk menjadi pelayan rakyat. “Menjadi khodimul qaum, pelayan rakyat. In syaa Allah akan menjadi jariyah kita, amal yang terus mengalir,” katanya.

Ia kemudian menyitir ayat Al Quran yang menyebut bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu berusaha mengubah kaum itu sendiri.

Dr Salim mengakhiri penyampaiannya dengan berpesan agar lebih mementingkan kepentingan orang banyak daripada diri sendiri. “Kalau bangsa ini mau besar, harus tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri, harus juga memikirkan orang lain,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam kegiatan itu, KH Muhaimin Abdul Bari, Pengasuh PP Darut Tauhid Enjilan, KH Faurok Alawi dari PP At Taroqi, KH Muktadir Shonhaji dari PP Al Haram Sampang. Hadir juga KH Mahrus Abdul Malik dari PP Al Ihsan Jrangoan, KH Abdul Malik Hamidi PP Darul Amin Sumber Telor juga KH Ach Yahya Hamiduddin PP Al Furjani dan puluhan kiai sepuh dan habaib lainnya.[sar/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar