Politik Pemerintahan

DPRD Surabaya Minta Pemkot Punya Roadmap Penanggulangan Banjir

Surabaya (beritajatim.com) – Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah kota setempat memiliki road map penangggulangan banjir di level kelurahan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati di Surabaya, Kamis, mengatakan pihaknya berharap pada saat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2021 ada road map penggulangan banjir di tingkat kelurahan.

“Jadi ada satu konsultan yang mengerjakan road map penanggulangan banjir di tiap kelurahan. Jadi dibuat percontohan dulu di sejumlah kelurahan biar nanti jadi contoh kelurahan lainnya,” katanya.

Menurut dia, dengan adanya road map ini, diharapkan tidak terjadi disconnect antara satu kelurahan dengan Kelurahan lain, seperti halnya persoalan ketinggian paving antara gang satu dan gang lainnya. “Selain itu, saluran air primer tidak terhubung dengan permukiman, jadi memang perlu road map penanggulangan banjir,” ujarnya.

Ia menerangkan, selama ini master plan drainase Kota Surabaya untuk saluran air masih pada primer dan sekunder, belum pada saluran tersier atau saluran lingkungan. Primer ini yang di Dinas Pekerjaan Umum sementara yang sekunder berada di Dinas Cipta Karya.

“Ini yang masih belum singkron. Untuk itu, kami menyarankan Pemkot Surabaya agar membuat master plan drainase,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Aning mengatakan dalam rapat badan anggaran, sudah disepakati agar dibuat road map percontohan dengan didampingi konsultan, sehingga diharapkan dalam lima tahun ke depan dapat menjadi percontohan di seluruh Kelurahan di Surabaya. “Kita tidak ingin di Surabaya terus-terusan banjir saat musim hujan, karena memang pengawasan drainase untuk permukiman masih lemah sehingga seringkali dilanda banjir,” katanya.

Kepala Bidang Pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Surabaya Eko Yuli Prasetya sebelumnya mengatakan saluran air di kawasan perkampungan Surabaya mulai dipasang pompa kecil sebagai upaya mengantisipasi banjir pada saat musim hujan.

Hingga saat ini, kata dia, setidaknya sudah ada empat pompa kecil yang sudah dipasang yakni di saluran dekat Korem, saluran dekat rumah sakit ontology, Pantai Batu Kenjeran, dan saluran Underpass Mayjen Sungkono. “Tentunya, pompa-pompa kecil ini dapat membantu mengurangi debit air ketika ada genangan di wilayah tersebut,” kata dia.

Sedangkan yang tidak kalah pentingnya, lanjut dia, Satgas Pematusan saat ini juga tengah fokus pada pengerukan saluran di berbagai titik di Kota Pahlawan. Selain saluran, mereka juga melakukan pengerukan di waduk atau tempat penampungan air di Surabaya. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar