Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

DPRD Surabaya Gelisah, OS Pemkot Dihapus dari MBR

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Badru Tamam.

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Badru Tamam mengaku risau setelah dihapusnya tenaga outsourcing (OS) lingkungan pemerintah kota dari data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Disatu sisi, Pemkot Surabaya menerima siswa baru bagi warga MBR, disisi lain ada keluarga OS tapi data MBR nya dihapus dan tentu jika ingin menyekolahkan anaknya bagi tenaga OS tidak masuk kategori MBR, ini dilema,” kata Badru Tamam di Surabaya, Rabu (27/4/2022).

Dia menyebut bahwa penghapusan data MBR bagi tenaga OS di lingkungan Pemkot Surabaya disebabkan setiap per satu keluarga yang memiliki penghasilan hanya Rp4 juta per bulan, itu masuk kategori MBR. Sementara mayoritas tenaga OS memiliki penghasilan atau gaji di atas Rp4 juta.

“Dampaknya jika tenaga OS dihilangkan dari kategori MBR, maka sudah pasti anaknya tidak bisa masuk ke sekolah negeri, kecuali dari jalur lain yang tentu membutuhkan biaya sekolah cukup besar, ini memang dilematis,” katanya.

Politisi PKB Kota Surabaya ini mengatakan, penghapusan data OS dari MBR lebih cepat dieksekusi karena mereka di gaji Pemkot Surabaya. Berbeda dengan masyarakat umum lain diluar OS, dimana bisa memiliki penghasilan diatas Rp4 juta bahkan 5 juta, namun susah terdeteksi.

“Jadi, ya masyarakat biasa tetap masuk kategori MBR jika disurvei oleh Pemkot dalam satu keluarga memiliki penghasilan dibawah Rp4 juta. Kan tolak ukurnya ini MBR atau tidak itu dari penghasilan per satu keluarga itu saja yang membedakannya,” terangnya.

Dia kembali menambahkan, Komisi D DPRD Surabaya telah mendapatkan informasi jika ada penghapusan data MBR bagi tenaga OS di lingkungan Pemkot Surabaya. Untuk itu, dia meminta Pemkot Surabaya meninjau kembali kebijakan tersebut.

“Tapi penghapusan ini membuat kalangan dewan di Komisi D yang membidangi kesejahteraan menjadi resah dan gelisah. Jadi kami minta Pemkot Surabaya ya tetap memperhatikan tenaga OS meski tidak lagi masuk kategori MBR, terutama dibantu untuk anak OS yang ingin masuk sekolah negeri,” katanya. [asg/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar