Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

DPRD Surabaya Dukung Zonasi Pegawai

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi'i

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i mendukung rencana Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang akan menerapkan sistim zonasi pegawai. Yakni, menempatkan wilayah kerja pegawai Pemkot dekat dengan tempat tinggal mereka.

Imam menilai, penempatan itu bisa mengoptimalkan kinerja mereka. Mengingat pegawai Pemkot adakalanya sering lembur, baik di kantor dinas, kecamatan bahkan tingkat kelurahan. “Saya melihat sisi positifnya, bayangkan kalau lembur. Padahal rumahnya jauh sekali. Pasti kepikiran, dan tidak bisa optimal. Apalagi yang perempuan,” kata Imam Syafii di DPRD Surabaya, Kamis (30/6/2022).

Kendati begitu, ia mengingatkan pegawai Pemkot Surabaya untuk tidak malas-malasan dan melaksanakan amanah bila dipindah dekat dengan rumah. “Misalnya, berangkat nanti, nanti itu jam berapa? atau pulang cepat-cepetan karena dekat rumah,” katanya.

Untuk itu, BKD harus melakukan seleksi, mana PNS yang rapot dan kinerjanya baik. Sehingga yang dipilih merupakan orang yang tepat. “Mereka ini bagian dari reward. Tapi setelah dipindah juga harus dipantau, diawasi dan diavaluasi. Kalau kinerjanya makin baik, ini bisa jadi model di tempat lain,” tegasnya.

Imam menegaskan ketika program ini nantinya tidak berjalan sesuai ekspektasi, ia menyarankan agar zonasi pegawai tidak dilanjutkan. “Maka, PNS yang sudah dipindah dekat rumahnya dikembalikan ke tempat semula. Bahkan kalau perlu lebih jauh lagi,” katanya.

Menurutnya, hal itu sebagai warning untuk mempertahankan kinerjanya agar tidak turun. “Contoh kalau lurah misalnya di wilayah bagian Surabaya barat, tapi ditempatkan bagian timur, dari pucuk ke pucuk dan lurahnya perempuan, bagaimana dia bisa optimal. Kalau dia masih memikirkan keluarganya yang jauh,” katanya.

Maka dengan dekat rumahnya. Imam meyakini lurah bisa melayani warganya 24 jam dan bisa cepat membuat keputusan. “Kalau sekarang, warga butuh tanda tangan lurah, lurahnya pulang, yang ada stafnya. Kan baru nunggu besok. Sehingga pelayanan kurang optimal, dengan didekatkan dengan tempat tinggalnya sebagai salah satu solusi,” pungkasnya. [asg/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar