Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

DPRD Surabaya Apresiasi Langkah Wali Kota Eri Tangkal Radikalisme

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni.

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni mengapresiasi langkah Wali Kota Eri Cahyadi yang membentuk organisasi lintas agama untuk mencegah radikalisme dan menjaga toleransi. Menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki pondasi bangunan besar yakni keberagaman.

“Saya mengapresiasi langkah Wali Kota menjaga keberagaman itu,” kata Arif Fathoni di DPRD Surabaya, Rabu (25/5/2022).

Thoni sapaan akrabnya menyatakan, bila saat ini masih ada yang menanyakan nilai-nilai keberagaman, maka orang tersebut patut dipertanyakan rasa nasionalisme dan nilai-nilai ke indonesiaannya.

“Artinya pemuda 1928 itu sudah punya konsensus kebangsaan. Apapun agamamu, suku, bahasamu, kita ini sebagai satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia, bertanah air satu, berbahasa satu. Itu anugerah yang diberikan tuhan kepada Indonesia,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Surabata ini.

Menurut Thoni, yang berpotensi menghancurkan keberagaman adalah paham radikal. Dikatakan, paham tersebut berafiliasi dengan kepentingan asing yang ingin menggugah nilai-nilai ke indonesiaan.

“Makanya yang dilakukan Wali Kota dengan meminta perwakilan pemuda lintas agama. Sebagai trigger yang akan mengedukasi tentang bahaya laten gerakan radikalisme, itu saya acungi jempol,” kata mantan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokratis (LMND) itu.

Peran pemuda tersebut diharapkannya bisa menjadi agen perubahan, sebagai gerakan penyadaran bagi masyarakat yang terpapar gerakan radikalisme. “Memang pasca reformasi organisasi-organisasi kepemudaan yang berhimpun di KNPI kemudian perannya tidak begitu sentral lagi,” katanya.

Kendati begitu, dia tetap mendorong Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk mengajak bicara kelompok gerakan mahasiswa Cipayung plus. Karena, selama ini meraka sering advokasi kepentingan masyarakat.

“Organisasi intra kampus maupun ekstra kampus, juga diajak bicara tentang bagaimana kita melawan gerakan radikalisme di Kota Surabaya ini,” katanya.

Sehingga, nantinya tidak hanya perwakilan lintas agama yang diminta. Akan tetapi Wali Kota Eri juga mengajak urun rambuk kawan gerakan intra dan ekstra kampus yang ada di kota Surabaya.

“Maka saya meyakini (peran pemuda) sepanjang programnya jelas. Karena pemuda itu memberikan sosok kepeloporan,” tandasnya. [asg/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar