Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

DPRD Soroti Molornya Proyek Pembangunan Infrastruktur di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Sukadar menyoroti molornya sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Kota Pahlawan. Dia menyebut hingga saat ini, seluruh pengerjaan infrastruktur seperti jalan dan drainase baru berjalan 49,5 persen.

“Saya pesimis pengerjaan tersebut tuntas tahun ini. Efektif kerja sampai menjelang Natal, sedangkan sekarang sudah pertengahan bulan 9. Padahal infrastruktur ini ditunggu masyarakat. Misalnya pengerjaan yang urgent adalah drainase, karena akan musim hujan,” kata Sukadar di DPRD Surabaya, Rabu (21/9/2022).

Politisi PDIP itu mengatakan seharusnya Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya mengubah kebijakan terkait sistem pengerjaan proyek.

“Komisi C berharap di tahun berikutnya, proses pengerjaan bisa diawali ketika penetapan APBD. Kan sudah tahu angkanya kemudian dikebut. Proses lelang dimulai bulan Mei. Start pengerjaan bulan April sehingga diperkirakan sampai Desember tuntas pengerjaan itu,” imbuh Sukadar.

Sukadar kembali mengatakan, lambannya kebijakan berimbas pada tidak selesainya pengerjaan infrastruktur hingga habis tahun APBD. Sehingga ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang harus dikembalikan ke Kas Daerah.

“Ini sangat disayangkan, karena pengerjaan tidak maksimal dengan anggaran yang tersedia. Kondisi ini beda dengan sisa anggaran. Misalnya dengan anggaran yang tersedia penggunaannya bisa ditekan, namun progess pengerjaannya sesuai target tahun anggaran. Kalau itu saya angkat topi,” terangnya.

Sukadar menambahkan, akibat lambannya kebijakan, banyak proyek pembangunan infrastruktur dibeberapa wilayah yang tertunda.

“Ada yang menunggu sudah menunggu 3 tahun bahkan ada yang 5 tahun. Saya pesimis pembangunan infrastruktur bisa cepat, kalau tidak ada perubahan kebijakan sistem kebijakan dan tidak ada terobosan,” pungkasnya. [asg/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar