Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

DPRD Sebut Alun-alun Surabaya Belum Istimewa

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafii.

Surabaya (beritajatim.co) – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafii menyebut alun-alun Surabaya terlalu biasa, gaungnya tidak sebesar viralnya. Apalagi tidak ada unsur khas Suroboyoan di alun-alun bawah tanah tersebut.

“Ketika alun-alun ini viral, menurut saya dari yang viral-viral itu waktu saya kesini, ternyata tidak sedahsyat yang diviralkan. Terlalu kecil, sehingga sebentar saja sudah kepikiran, apa lagi selain ini,” kata Imam kepada beritajatim.com, Kamis (30/12/2021).

Apalagi, Legislator NasDem Surabaya ini melihat alun-alun hanya berisi seperti galeri lukisan dan stan-stan saat percobaan pembukaan kemarin. Menurutnya, itu tidak mencerminkan identitas Suroboyoan.

“Kalau hanya seperti ini nampaknya kurang istimewa, kalau dijadikan wisata alternatif di tengah kota Surabaya dan terlihat terlalu biasa. Bahkan di mall-mall lain sudah banyak yang seperti ini,” katanya.

Imam berharap alun-alun Surabaya ini bisa menjawab ekspektasi wisatawan agar tidak membuat kecewa yang datang.

“Kita berharap alun-alun ini, ketika wisatawan datang itu bisa langsung wow gitu lo. Lah, nanti artinya sama dengan kampanye yang di viralkan. Jangan sampai wisatawan yang jauh-jauh datang malah kecewa. Karena konten kampanye dengan apa yang dikampanyekan tidak sesuai, nanti ngangkatnya lagi akan susah,” ucapnya.

Dirinya berpesan agar alun-alun Surabaya harus disiapkan dahulu semua fasilitasnya sebelum dibuka kembali. Salah satunya parkir, jangan kemudian mengganggu.

“Terlalu gencar promo ke publik, tapi tidak disiapkan fasilitasnya. Maka akan menyulitkan publik juga, kasian publik jauh-jauh datang tapi ketika datang cari parkirnya susah. Apalagi sekarang, depan gedung dewan yang biasanya dipakai parkirnya dewan, itu juga sering dipakai masyarakat, itu kan bisa mengganggu lalu lintas,” tandas Imam.

Sementara itu, Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Surabaya, Iman Krestian menjelaskan untuk penutupan sementara alun-alun ia mengaku ada sedikit perbaikan dan penambahan fasilitas. “Sekitar 2 hari lagi udah selesai kok (perbaikan dan penambahan fasilitas.red,” katanya.

Tak hanya itu, Iman menyebut konsep dari alun-alun multifunction hall, artinya bisa digunakan banyak kegiatan. “Konsep dari alun-alun Surabaya ini multifunction hall, jadi bisa dipakai dengan berbagai macam aktivitas, mau buat pameran, atau eksibisi itu boleh,” tandasnya. [asg/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar