Politik Pemerintahan

DPRD Sayangkan Pengalihan Anggaran Perjalanan Dinas Pemkab Bojonegoro

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro sepakat untuk mengalihkan pos anggaran perjalanan dinas pimpinan dan anggota untuk membantu dalam percepatan penanganan Covid-19.

Namun, pergeseran anggaran perjalanan dinas DPRD Bojonegoro itu oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Bojonegoro ditolak. Sehingga, anggaran sebesar Rp2,3 miliar itu masuk kedalam sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa).

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto menyayangkan dengan adanya penolakan pergeseran anggaran perjalanan dinas dan pembangunan gedung DPRD tersebut untuk penanganan Covid-19.

“Kami sangat menyayangkan dengan adanya penolakan pergeseran anggaran dari DPRD untuk penanganan Covid-19, termasuk untuk pembelian masker dan suplemen,” ujar Sukur, Senin (2/7/2021).

Untuk itu, politisi partai Demokrat tersebut meminta agar eksekutif membuat surat tertulis atas penolakan pergeseran anggaran tersebut. Sebab, lanjut dia, saat pengusulan pergeresan anggaran dari DPRD untuk penanganan Covid-19 itu DPRD juga berkirim surat.

“Kami minta agar eksekutif mengirimkan surat tertulis atas penolakan tersebut,” tegasnya.

Sementara Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, pergeseran anggaran tersebut tidak bisa dilakukan sehingga dibiarkan menjadi Silpa dari DPRD Bojonegoro.

Usulan pergeseran pos anggaran di DPRD itu berasal dari uang perjalanan dinas dan pembangunan gedung DPRD yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang.

“Dua pos anggaran dengan total Rp2,3 miliar akan menjadi Silpa di DPRD Bojonegoro,” ujarnya. [lus/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar