Politik Pemerintahan

DPRD Sampang Usulkan Santunan Anak Yatim Piatu Dianggarkan Melalui APBD

Sampang (beritajatim.com) – Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, mengusulkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, melalui rapat paripurna tentang perlindungan kepada anak yatim menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Sampang, Alan Kaisan menyatakan, pengusulan langsung kepada Bupati setempat saat Paripurna dinilainya sangat tepat. Sebab, selama ini di dalam program yang tertuang dalam APBD tidak ditemukan anggarkan khusus untuk perlindungan anak yatim, piatu maupun yatim piatu.

“Masyarakat Sampang yang mengasuh anak yatim, piatu maupun yatim piatu mata pencahariannya tergolong tidak tetap. Maka Pemerintah harus hadir dalam program dengan menggunakan APBD. Ya minimal bisa meringankan beban mereka karena mereka sudah tidak lagi mempunyai orang tua, baik Ayah, ibu atau keduanya,” terangnya, Jumat (4/9/2020).

Semisal anak yatim, piatu maupun yatim piatu terdapat 500 anak dengan bantuan senikai Rp 200 ribu per bulan, maka dalam hitungannya anggaran yang digunakan dari APBD dalam setahunnya sekitar Rp 1,2 miliar.

“Karena kami yakin, dengan memberdayakan dan memelihara anak yatim. Pemerintah daerah insyaAllah akan barokah dan pembangunan di Sampang akan lancar,” harapnya.

Alan juga menyatakan, perberdayaan dan perlindungan terhadap anak yatim dikuatkan dalam PP No 13 Tahun 2019 kemudian di dalam UU. “Jadi implemnentasinya harus diikuti oleh Perda maupun Perbup,” tandasnya.Sampang (beritajatim.com) – Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, mengusulkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, melalui rapat paripurna tentang perlindungan kepada anak yatim menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Sampang, Alan Kaisan menyatakan, pengusulan langsung kepada Bupati setempat saat Paripurna dinilainya sangat tepat. Sebab, selama ini di dalam program yang tertuang dalam APBD tidak ditemukan anggarkan khusus untuk perlindungan anak yatim, piatu maupun yatim piatu.

“Masyarakat Sampang yang mengasuh anak yatim, piatu maupun yatim piatu mata pencahariannya tergolong tidak tetap. Maka Pemerintah harus hadir dalam program dengan menggunakan APBD. Ya minimal bisa meringankan beban mereka karena mereka sudah tidak lagi mempunyai orang tua, baik Ayah, ibu atau keduanya,” terangnya, Jumat (4/9/2020).

Semisal anak yatim, piatu maupun yatim piatu terdapat 500 anak dengan bantuan senikai Rp 200 ribu per bulan, maka dalam hitungannya anggaran yang digunakan dari APBD dalam setahunnya sekitar Rp 1,2 miliar.

“Karena kami yakin, dengan memberdayakan dan memelihara anak yatim. Pemerintah daerah insyaAllah akan barokah dan pembangunan di Sampang akan lancar,” harapnya.

Alan juga menyatakan, perberdayaan dan perlindungan terhadap anak yatim dikuatkan dalam PP No 13 Tahun 2019 kemudian di dalam UU. “Jadi implemnentasinya harus diikuti oleh Perda maupun Perbup,” tandasnya.[sar/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar