Politik Pemerintahan

DPRD Ponorogo: Boyongan Pedagang ke Pasar Legi, Jangan Timbulkan Masalah Baru

Wakil Ketua DPRD Ponorogo Miseri Effendi(foto/Endra Dwiono)
Ponorogo (beritajatim.com) – Boyongan para pedagang untuk menempati bangunan baru Pasar Legi sudah ditentukan. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo menetapkan tanggal 4 Juni 2021 mulai dilakukan boyongan ke pasar yang pembangunannya menelan biaya Rp 133 miliar dari APBN tersebut. Wakil rakyat yang berada di DPRD Ponorogo meminta Disperdagkum tidak serta merta melakukan pendampingan hanya sampai tahap boyongan saja.
Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Miseri Effendi meminta untuk mengawal boyongan hingga operasional pasar tuntas tanpa ada persoalan setelahnya. Memastikan, apakah para pedagang yang menempati sudah sesuai dengan ketersediaan kios maupun los. Tentu ini butuh pendampingan, supaya tidak terjadi persoalan baru dikemudian hari.
“Teman-teman dari legislatif tidak ingin boyongan pedagang ini, nantinya akan menimbulkan persoalan baru,” tegas Miseri, Sabtu (29/5/2021).
Kalangan dewan, kata Miseri bersedia untuk menjembatani, jika masih ditemukan persoalan antara pedagang dengan pemkab. Agar kedua belah pihak, mencapai kata sepakat dan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.
“Dengan begitu, nantinya tidak ada lagi demo-demo terkait keberadaan pasar tersebut,” katanya.
Dalam rapat hearing komisi B dengan Disperdagkum beberapa waktu yang lalu, Miseri menyebut bahwa legislatif memberikan usulan untuk Disperdagkum. Yakni meminta Disperdagkum untuk mensosialisasikan seputar boyongan dan operasional Pasar Legi. Hal itu penting dilakukan, supaya tidak terjadi kesalahpahaman yang berlarut-larut di kemudian hari.
“Kami juga bersedia untuk turut andil mensosialisasikan, agar kalau ada persoalan bisa segera diselesaikan,” pungkasnya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar