Politik Pemerintahan

DPRD Pamekasan Tetapkan Susunan Panitia Pemilihan Wabup

Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rahman (kiri) bersama Wakil Ketua DPRD, Syafiuddin (kanan) saat memimpin sidang Sidang Paripurna di Gedung Wakil Rakyat, Jl Kabupaten 107, Senin (15/2/2021).

Pamekasan (beritajatim.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, menetapkan susunan kepanitiaan pemilihan Wakil Bupati Pamekasan, masa jabatan 2018/2023 yang sebelumnya dijabat Raja’e. Dia diberhentikan secara terhormat karena mangkat alias meninggal dunia.

Susunan kepanitiaan tersebut terdiri dari 4 unsur pimpinan DPRD Pamekasan, 15 anggota legislatif plus anggota. Mereka bakal bertugas melaksanakan amanah hasil rapat paripurna dalam rangka pengumuman usulan pemberhentian Wakil Bupati Pamekasan, digelar DPRD Pamekasan, di Jl Kabupeten 107, Senin (15/2/2021) lalu.

Dalam rapat paripurna yang diselingi duka mendalam seluruh hadirin, juga mengenang Almarhum Raja’e sebagai sosok muda bersahaja yang meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya di RSUD dr Soetomo Surabaya, Kamis (31/12/2020) lalu.

“Untuk susunan keanggotaan panitia pemilihan Wakil Bupati Pamekasan, masa jabatan 2018/2023 menggantikan posisi almarhum Raja’e. Terdiri dari 19 anggota dewan dari seluruh Fraksi di DPRD Pamekasan, meliputi 4 unsur pimpinan, 15 anggota legislatif plus anggota,” kata Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rahman, Rabu (3/3/2021).

Jumlah tersebut dibagi secara merata dan melibatkan seluruh unsur pimpinan, termasuk Sekretaris DPRD Pamekasan, Masrukin. “Dari 20 anggota yang tercatat, sebanyak 19 di antaranya merupakan anggota legislatif. Satu lainnya dari unsur sekretaris dewan,” ungkapnya.

“Jadi dari total 19 orang anggota dewan, terdiri dari sebanyak 4 orang dari Fraksi PPP, 3 orang dari Fraksi Demokrat, PKB dan PKS, serta masing-masing 2 orang dari Fraksi Gerindra, Madani (Golkar dan PBB), serta Fraksi Nasdem Amanat Nasional (Nasdem dan PAN),” jelasnya.

Penetapan komposisi penitia tersebut ditandatangani Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rahman, serta ditetapkan sejak Senin (1/3/2021). “Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, untuk pembahasan ini nantinya kita mulai setelah peringatan 100 hari wafatnya Almarhum Pak Raja’e,” tegasnya.

“Hal itu sudah kami sepakati bersama pihak eksekutif, khususnya bersama Pak Bupati (Badrut Tamam). Kami juga sangat berharap duka ini semestinya tidak untuk dimanfaatkan menjadi hal yang kontroversi, sebab duka ini untuk kita semua,” pungkasnya. [pin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar