Politik Pemerintahan

DPRD Pamekasan Minta Pemkab Serius Tekan Angka Buta Aksara

Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Mohammad Sahur meminta agar Pemkab setempat, lebih serius menekan angka buta aksara di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

“Kedepan kami meminta agar pemerintah kabupaten, benar-benar serius membantu warga sekaligus menekan angka buta aksara di Pamekasan,” kata Mohammad Sahur, Senin (25/2/2019) malam.

Tidak hanya itu, pihaknya juga komitmen untuk membantu pemerintah dalam menekan jumlah buta aksara melalui Progam Keaksaraan Fungsional (KF). “Kalau perlu kami dari Fraksi PPP siap membantu warga apabila memang dibutuhkan,” tegasnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Formal dan Informal Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Suyut menyampaikan jumlah warga buta aksara cenderung menurun dari tahun ke tahun.

Bahkan dari total sebanyak 17 ribu pada 2017,  turun dengan angka mencapai seribu menjadi 16 ribu pada 2018. “Ada penurunan sebanyak seribu jiwa dari kurun waktu 2017 hingga 2018,” kata Suyut.

Melalui program tersebut, pemberantasan buta aksara bisa kembali berkurang. “Tahun ini kita target seribu jiwa, sehingga warga yang masih buta huruf nantinya kembali berkurang menjadi 15 ribu,” ungkapnya.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target, target utama kami untuk mengentaskan buta huruf masih di daerah Pantura. Sebab yang paling banyak ada di Kecamatan Batumarmar dan Kecamatan Pasean,” tegasnya.

Jauh sebelum dua tahun terakhir, jumlah buta aksara di Pamekasan khsusunya pada 2014 mencapai angka sebanyak 33.326 orang dan tersebar di 13 kecamatan. Jumlah tersebut antara umur 15 hingga 90 tahun.

Mereka merupakan warga putus sekolah bahkan sebagian di antaranya tidak pernah menempuh pendidikan formal sama sekali. Bahkan dari jumlah tersebut, sekitar 75 persen diantaranya masih dalam usia produktif. Sedangkan 25 persen sisanya masuk dalam kategori lanjut usia.

Dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan, jumlah warga buta aksara terbanyak di Batumarmar, yakni sebanyak 12.614 orang. Disusul Kecamatan Pasean, sebanyak 6.040 orang, dan Kecamatan Waru,  sebanyak 5.233 orang.

Sedangkan jumlah warga buta aksara paling sedikit di Kecamatan Galis, sebanyak 613 orang, selanjutnya Kecamatan Pakong sebanyak 624 orang dan ketiga Kecamatan Pademawu sebanyak 696 orang.

Sementara program pemberantasan buta aksara melalui Disdik Pamekasan, melibatkan sekitar 40 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Semisal pondok pesantren, organisasi sosial dan organisasi keagamaan di Pamekasan, serta ibu-ibu PKK di lingkungan Pemkab Pamekasan. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar