Politik Pemerintahan

DPRD, NU, Muhammadiyah Bahas Corona, Pemkab Jember Absen

Jember (beritajatim.com) – DPRD Jember, Jawa Timur, bersama perwakilan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menggelar rapat pembahasan penanganan Covid-19, di gedung parlemen, Senin (18/5/2020) malam. Pemerintah Kabupaten Jember diundang, namun tak hadir.

Muhammadiyah diwakili pengurus Muhammadiyah Covid-19 Command Center, sementara NU diwakili Satuan Tugas Covid-19. Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi dan dihadiri Ketua Komisi A Tabroni, Ketua Komisi C David Handoko Seto, dan Ketua Komisi D Hafidi.

Itqon mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada Bupati Faida agar menghadirkan Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Direktur RSD dr. Soebandi, dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19. “Tapi ada pemberitahuan dari Bupati Jember kepada Sekretariat DPRD, bahwa Bupati tidak berkenan kalau rapat gabungan dilakukan normatif seperti biasa,” katanya.

Menurut Itqon, bupati hanya mengizinkan bawahannya hadir dalam rapat gabungan dalam format video conference. “Kami sudah sampaikan dalam surat undangan itu bahwa kami berprasangka baik, protokol physical distancing sudah kami jalankan. Tapi itu belum cukup bagi bupati,” katanya.

Ketidakmauan bupati menghadirkan jajaran birokrasi dalam rapat dengar pendapat bersama NU dan Muhammadiyah ini tak bisa dipahami Itqon. Pasalnya, sebelumnya, Bupati Faida sendiri pernah hadir secara fisik dalam sidang paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban di DPRD Jember. “Kami di sini ketika penyampaian Nota Pengantar LKPJ awalnya pesimistis bupati hadir, karena yang diundang waktu itu lebih banyak,” kata Itqon.

Rapat membahas Covid-19 sebenarnya akan digelar di ruang sidang paripurna DPRD Jember jika memang perwakilan pemkab hadir. Menurut Itqon, ruangan itu representatif untuk melaksanakan rapat dengan mengikuti ketentuan protokol Covid-19.

Sebenarnya rapat Senin malam itu digelar untuk menyusun masukan yang akan disampaikan dalam rapat bersama dengan Gugus Tugas Covid-19, Kepala Kepolisian Resor, dan Komandan Distrik Militer TNI, Selasa (19/5/2020). “Dalam rapat ini, Bupati, Kapolres, Pak Dandim, akan kami undang. Begitu juga beberapa direktur rumah sakit di Jember,” kata Itqon.

Rapat hari ini akan digelar video conference. Perwakilan pimpinan DPRD Jember dan Kapolres Ajun Komisaris Besar Aris Supriyono rencananya akan mengikuti konferensi video ini langsung dari ruang sidang paripurna gedung parlemen. “Ruang rapat yang kami gunakan untuk rapat gabungan ini adalah ruang terluas di gedung DPRD Jember ini,” kata Itqon. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar