Politik Pemerintahan

DPRD Minta PDAM Segera Penuhi Kebutuhan Air Bersih Bagi Warga

Foto ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan. Imbauan tersebut gencar dilakukan setelah adanya penyebaran Virus Corona (Covid-19). Salah satunya dengan cara mencuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir dan disabun.

Sayang imbauan tersebut belum diimbangi dengan akses air bersih bagi warganya. Jumlah pelanggan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum mencapai 80 persen dari jumlah penduduk di kawasan kota dan masih di bawah 60 persen penduduk kawasan pedesaan. Per Januari 2020, jumlah pelanggan PDAM sebanyak 39.500 sambungan.

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Lasuri meminta agar PDAM memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat terkait penyaluran air bersih. Laba PDAM pada 2020 sebesar Rp 1,5 miliar yang tidak bisa dimasukkan kedalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) diharapkan bisa dimanfaatkan untuk pemasangan jaringan baru.

“Jadi, anggarannya bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Karena, PDAM kan secara aturan memang belum bisa menyetorkan pendapatan ke daerah karena belum memenuhi syarat jumlah minimum pelanggan,” ujar politisi asal PAN, Rabu (11/3/2020).

Lasuri menyampaikan, masyarakat di wilayah selatan Bojonegoro seperti Kecamatan Dander, Temayang, Sekar, Bubulan, Ngambon, dan Ngasem, sangat membutuhkan jaringan pipa baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih. “Kami minta agar pelayanan PDAM di masyarakat itu dimaksimalkan,” tukasnya.

Selain itu, dia menambahkan, agar PDAM lebih meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Sebab, masih sering ada keluhan dari masyarakat bahwa aliran air tidak lancar atau warna air yang keruh karena kebocoran pipa. “Terlebih, PDAM akan bekerjasama dengan kontraktor Lapangan gas Jambaran-Tiung Biru, PT Rekayasa Industri,” pungkasnya.

Sementara itu, belakangan aliran PDAM airnya keruh. Menurut Plt Dirut PDAM Joko Siswanto hal itu disebabkan karena ada jaringan pipa yang bocor dan banjir. Sehingga air masuk ke dalam pipa. Saat ini pihaknya telah melakukan perbaikan jaringan pipa yang bocor di sumber air Grogolan Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. “Sedangkan pada 2020 targetnya ada 3.165 sambungan baru,” terangnya. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar