Politik Pemerintahan

DPRD: Macet Masih Jadi Problem Klasik di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji, mengingatkan jika Kota Pahlawan hingga saat ini masih memiliki satu problem klasik. Problem itu adalah macet sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam perkembangan setiap kota.

Meski harus diakui bahwa semacet-macetnya kota ini, masih belum mengakibatkan stres di jalan. Sebab kondisi macet hanya terjadi di titik-titik tertentu dan jam-jam tertentu.

“Memecahkan problem macet memang sulit. Tapi sulit bukan berarti tidak bisa. Macet memang masalah klasik. Tapi kenapa kota lain di dunia bisa (memecahkan masalah ini). Kuncinya adalah, harus segera dibangun sarana transportasi massal yang nyaman dan tepat waktu,” kata Armuji.

Arek Suroboyo 54 tahun ini melihat sudah saatnya disiapkan perencanaan berwawasan ke depan yakni perlunya pembangunan transportasi publik. Karena, pertumbuhan jalan tak sebanding dengan pertumbuhan mobil dan motor.

Namun harus diakui bahwa hanya Surabaya yang mampu meningkatkan kapasitas dan luas jalan. Jalan di Surabaya pun tumbuh. Meski pertumbuhan jalan ini sangat tidak sebanding dengan laju pertumbuhan jumlah kendaraan.

Maka, kemacetan menjadi dampak nyata akibat banyaknya kendaraan di Surabaya. “Jadi, tidak ada cara lain yang lebih tepat selain mewujudkan transportasi massal. Selain telah dilakukan upaya pelebaran ruas jalan. Mulai dengan cara pembebasan lahan sampai penutupan saluran dan sungai untuk disulap menjadi jalan,” pungkasnya. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar