Politik Pemerintahan

DPRD Jombang Nekat Lakukan Kunker ke Daerah Sebaran Covid-19

Gedung DPRD Jombang yang ada di Jl KH Wahid Hasyim

Jombang (beritajatim.com) – Meski virus corona atau covid-19 sedang mewabah di sejumlah daerah di Indonesia, namun hal itu tidak menyurutkan anggota DPRD Jombang untuk melakukan kunjungan kerja (Kunker). Bahkan sebanyak 12 orang dari komisi C DPRD Jombang nekad kunker ke Bali.

Padahal diketahui bersama bahwa Bali merupakan salah satu provinsi yang sudah ada pasien positif covid-19, bahkan ada yang meninggal. Bukan hanya komisi C, komisi A dan D DPRD Jombang juga melakukan hal serupa. Namun, dua komisi tersebut melakukan kunker ke Makassar. Sedangkan komisi B melakukan kunker ke Tasikmalaya Jawa Barat.

“Benar, seluruh komisi melakukan kunker. Untuk komisi C kunker ke Kabupaten Badung, Bali. Mereka berada di sana selama empat hari. Kemarin berangkat. Komisi A,B dan D juga melakukan kunker, tapi tidak ke Bali,” kata Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi, ketika dikonfirmasi, Selasa (17/3/2020).

Mas’ud menjelaskan, komisi A melaksanakan kunker berkaitan dengan Raperda Tentang Retribusi Perizinan Tertentu. Kemudian Komisi D terkait Pansus IV terkait Raperda Retribusi Jasa Usaha. Sedangkan Komisi B kunker ke Tasikmalaya di Pansus II Raperda tentang Pajak Daerah. Serta Komisi C kunker ke Bali di Pansus III tentang Raperda Retribusi Jasa Umum.

Mengapa kunker tersebut tetap dilaksanakan saat pemerintah gencar melakukan ‘perang’ terhadap corona? Ketua DPRD Jombang menjelaskan, rencana kerja tersebut sudah dijadwalkan melalui rapat Bamus (Badan Musyawarah) DPRD Jombang sejak sebulan lalu.

Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi

“Jadi tidak mungkin bisa serta merta dibatalkan. Meskipun salah satu daerah tujuan merupakan sebaran virus corona. Kunker ini sudah ditetapkan pada bulan sebelumnya,” kata politisi asal PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) ini.

Mas’ud menambahkan, agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya sudah mewanti-wanti anggota DPRD yang mengikuti kunker tersebut. Yakni, diminta menghindari komunikasi dengan masyarakat umum, menghindari kontak dengan turis-turis asing.

“Mereka juga kita imbau selalu menjaga kebersihan. Kemudian makan dan minum yang baik untuk kesehatan, serta senantiasa menjaga imunitas tubuh dengan caranya masing-masing. Jangan sampai ketika kembali ke Jombang malah menambah masalah. Semisal terpapar corona,” pungkas Mas’ud. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar