Politik Pemerintahan

DPRD Jember: Usulan Pemakzulan ke MA Jalan Terus

Jember (beritajatim.com) – DPRD Jember, Jawa Timur, bekerja dalam sunyi. Mereka ternyata sudah menyelesaikan berkas rekomendasi usulan pemakzulan Bupati Faida yang akan dikirimkan ke Mahkamah Agung.

DPRD Jember sudah melakukan finalisasi rancangan naskah yang akan diajukan ke MA. “Rekomendasi HMP (Hak Menyatakan Pendapat) pasti akan kami layangkan dalam waktu dekat,” kata Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, Jumat (28/8/2020).

Sidang paripurna pemakzulan dilaksanakan pada 22 Juli 2020. Kenapa jarak waktu antara sidang paripurna pemakzulan dengan pengiriman berkas ke MA begitu lama, lebih dari satu bulan? “Pertama, kami tidak punya tim ahli. Kedua, beberapa lampiran yang dibutuhkan belum kami punyai, dan itu baru kami dapatkan dari lembaga-lembaga vertikal yang kami mintai,” kata Itqon.

Gara-gara tak punya tim ahli resmi, menurut Itqon, DPRD Jember mencari sendiri akademisi dan tenaga profesional yang berkompeten dalam urusan ketatanegaraan dan rela menjadi tenaga ahli. Ini dikarenakan tidak ada anggaran untuk tenaga ahli.

“Kami mencari beberapa ahli yang memang punya kepedulian tinggi terhadap perbaikan Jember ke depan, kami ajak rembuk. Alhamdulillah selesai. Segera kami akan kirim ke Jakarta,” kata Itqon.

Menurut Itqon, keputusan Mahkamah Agung ditunggu publik. “Ban DPRD tidak gembos. Tetap kencang. Hanya beberapa hal yang harus disiapkan untuk kelengkapan dokumen,” katanya.

Sebagaimana pernah diberitakan, menurut Itqon, pemakzulan ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan hak interpelasi dan hak angket. Rekomendasi Dewan dalam dua hak tersebut diabaikan oleh Bupati Faida. “DPRD menganggap bupati telah melanggar sumpah jabatan, melanggar peraturan perundang-undangan, sehingga DPRD bersikap dalam hak menyatakan pendapat kompak bahwa bupati dimakzulkan,” katanya, Rabu (22/7/2020). [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar