Politik Pemerintahan

DPRD Jember: Tersangka Korupsi Pasar Manggisan Jadi Kunci, Perlu Dilindungi

Jember (beritajatim.com) – Panitia angket DPRD Jember, Jawa Timur, meminta agar tersangka kasus korupsi Pasar Manggisan, MFN, dilindungi. MFN dinilai menjadi saksi kunci untuk membongkar dugaan korupsi di Jember, tak hanya korupsi Pasar Manggisan.

“Kami berkewajiban memberikan jaminan politik agar MFN bisa dilindungi, baik oleh kejaksaan maupun kepolisian,” kata Wakil Ketua Panitia Angket David Handoko Seto, Jumat sore (7/2/2020).

Panitia angket sudah menemui dan memint keterangan dari MFN, Kamis lalu. MFN buka-bukaan soal pengondisian pengadaan barang dan jasa. “MFN wajib diamankan. Jangan ada intervensi atau pressure kepada dia sehingga dia mengalami depresi,” kata David.

“Kalau perlu, dia mendapat perlindungan dari LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban). Monggo mekanismenya bagaimana. Kami mendapat dukungan penuh agar MFN bisa membuka segala sesuatu yang selama ini terjadi di Kabupaten Jember, sehingga carut-marutnya pengadaan barang dan jasa ini nanti ke depan bisa terungkap,” kata David.

David mengatakan, MFN adalah korban. Dia hanya operator yang diperintahkan oleh pimpinan perusahaannya berinisial W. MFN sudah menyampaikan beberapa kali kepada PPK (pejabat pembuat komitmen) adanya hal yang melanggar aturan, namun sarannya diabaikan.

“Dalam hal pinjam bendera perusahaan (untuk kepentingan proyek, red), MFN ini orang Jember yang tidak tahu Jember. Ada pihak lain yang mengondisikan bagaimana MFN ini mendapat bendera CV-CV konsultan perencana yang akhirnya merangkap jadi pengawas. Ada rekanan yang menata, salah satunya sudah kami panggil dalam sidang (angket), dan yang bersangkutan sudah mengaku membawa bendera ke MFN. MFN hanya menjalankan perintah pimpinannya Pak W alias Pak D,” kata David.

Panitia angket sudah dua kali memanggil W. “Tapi kalau pada panggilan ketiga dia tak hadir, maka arsip surat panggilannya akan kami lampirkan dalam rekomendasi (angket) yang harus ditindaklanjuti aparat penegak hukum,” kata David.

“Upaya yang kami lakukan adalah membantu aparat penegak hukum untuk membuka tabir yang selama ini belum jelas bahwa ada pihak-pihak lain yang terlibat yang memang harus diperiksa aparat penegak hukum,” kata David. Dalam perjalanan penyelidikan panitia angket, banyak sekali hal yang ditemukan. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar