Politik Pemerintahan

DPRD Jember Peringatkan 31 Camat

Tabroni

Jember (beritajatim.com) – Komisi A DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, memanggil 31 camat ke gedung parlemen, Rabu (14/10/2020). Para camat diingatkan soal netralitas dalam pemilihan kepala daerah.

“Kami ingin sampaikan bahwa mereka harus netral dalam pilkada. Netral artinya mereka tidak mengajak masyarakat dan jajarannya kepada salah satu pasangan calon,” kata Ketua Komisi A Tabroni.

Tabroni meminta para camat menjaga marwah sebagai aparatur sipil negara. “Karena diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 bahwa PNS dan ASN harus netral,” katanya.

Setiap ketidaknetralan akan berbuah sanksi. “Terakhir ada surat keputusan bersama dari lima lembaga pusat yakni Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Ketua Badan Kepegawaian Negara, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara, dan Badan Pengawas Pemilu RI untuk membentuk satuan tugas netralitas ASN,” kata Tabroni.

Ketidaknetralan camat sudah diketahui sebelum penetapan pasangan calon. Tabroni mencontohkan Camat Tanggul Muhammad Ghozali yang mendapat rekomendasi sanksi karena terbukti tak netral. “Kami menilai banyak pelanggaran terjadi, cuma tak terungkap,” katanya.

Tabroni mengatakan hal ini tak boleh dibiarkan. “Kalau dibiarkan akan menjadi virus,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar