Politik Pemerintahan

DPRD Jember Masukkan Empat Usulan PMII Soal RTRW

Para aktivis PMII berunjuk rasa memprotes pembahasan RTRW Jember, 14 September 2023

Jember (beritajatim.com) – DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, sepakat memasukkan empat usulan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk tidak memberikan ruang terhadap tambang dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Ketua PMII Jember Bayu Wicaksono mengatakan, ada sejumlah tuntutan mahasiswa yang dimasukkan dalam RTRW. “Pertama, soal pertambangan, kami ingin tambang hanya boleh dieksplorasi untuk kepentingan ilmu pengetahuan sebagaimana terdapat pada Perda RTRW Nomor 1 Tahun 2015,” katanya, usai bertemu dengan Panitia Khusus RTRW di gedung DPRD Jember, Senin (19/9/2023).

Kedua, lanjut Bayu, PMII meminta agar kawasan pertanian dan hutan tidak dimasukkan dalam kawasan strategis. “Ketiga, terkait dengan LSD (Lahan Sawah Dilindungi) dan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan), kami harapkan tidak berkurang, karena PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jember dari sektor pertanian selama lima tahun terakhir menurun,” katanya.

Keempat, setelah hasil pembahasan substansi RTRW mendapat persetujuan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), DPRD Jember akan membuka ruang publik bagi masyarakat untuk memberi masukan. “Jadi di tahapan selanjutnya pembahasan RTRW, masyarakat akan dilibatkan. Masyarakat bisa memberu masukan sebelum pembahasan pasal per pasal,” kata Bayu.

Ketua Pansus RTRW DPRD Jember Tabroni mengatakan, hari ini adalah tenggat waktu pembahasan substansi RTRW. “Jika antara DPRD dan eksekutif tidak ada kesepakatan, kita bisa mengirimkan notulensi hasil pembahasan tersebut ke Kementerian ATR, termasuk kami masukkan saran-saran dari PMII,” katanya. [wir]


Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks



Apa Reaksi Anda?

Komentar