Politik Pemerintahan

DPRD Jember Diam-Diam Cabut Laporan Terhadap Pejabat Pemkab

Badan Kehormatan DPRD Jember di kantor kepolisian, 17 April 2020 silam.

Jember (beritajatim.com) – DPRD Jember, Jawa Timur, ternyata diam-diam mencabut laporan soal contempt of parliament (penghinaan terhadap parlemen) yang dilakukan pejabat pemerintah daerah Penny Artha Medya.

Badan Kehormatan DPRD Jember melaporkan Penny ke kepolisian resor setempat pada Jumat (17/4/2020). Ada tujuh orang anggota DPRD Jember yang saat itu datang ke Markas Polres Jember untuk melaporkan Penny. Mereka adalah Gufron, Agusta Jaka Purwana, Hamim, Sunardi, Tatin Indrayani, David Handoko Seto, dan Hadi Supaat. Mereka sempat ditemui langsung Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Aris Supriyono.

Persoalan berawal dari pernyataan Penny yang saat itu menjabat Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dalam berita berjudul ‘Ditanya Asal-Usul Anggaran Covid-19, Kepala BPKAD Jember: Tulis Dulu DPRD Gak Nyumbang’, di media massa dalam jaringan, Nusa Daily, Kamis (16/4/2020). Pernyataan itu dinilai DPRD Jember sebagai penghinaan terhadap parlemen.

Berbeda saat pelaporan yang mengundang wartawan untuk meliput, pencabutan laporan dilakukan dalam senyap. Tak satu pun wartawan yang diberitahu. Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Ajun Komisaris Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, polisi sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan. “Saya langsung cek ke penyidik, ternyata sudah ada pencabutan dari pelapor,” katanya, Selasa (15/6/2021).

Pencabutan dilakukan sebelum ada penetapan tersangka. “Sudah proses sidik. Namun belum penetapan tersangka. Kemudian dengan mendasari TR dari Bareskrim berkaitan dengan restorative justice untuk mengarah pada penghinaan di UU ITE (Informatika dan Transaksi Elektronik), kami lakukan. Ternyata sudah ada restorative justice, pelapor mencabut laporannya,” kata Komang.

Pencabutan laporan dilakukan Hamim, Ketua Badan Kehormatan DPRD Jember, dalam mediasi yang juga dihadiri Penny. “Kalau tidak pada Maret lalu. Pada dasarnya sudah ada permohonan maaf dari terlapor dan disambut pihak pelapor,” kata Komang. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar