Politik Pemerintahan

DPRD Jember Desak Bupati Bentuk Perusahaan Daerah Pasar

Nyoman Wibowo, juru bicara DPRD Jember dari Partai Amanat Nasional. [foto: Facebook pribadi]

Jember (beritajatim.com) – DPRD Jember, Jawa Timur, menilai pengelolaan pasar masih belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah daerah. Parlemen menilai perlu adanya perusahaan daerah yang mengelola pasar.

“Konsep rehabilitasi pasar hanya sekedar mengubah imej luaran dan muka pasar agar lebih indah. Faktanya, pengelolaan di dalam pasar juga belum diperhatikan secara maksimal,” kata Nyoman Wibowo, juru bicara DPRD Jember dari Partai Amanat Nasional, menyampaikan rekomendasi parlemen terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2020.

Nyoman mengatakan, perencanaan pembangunan pasar menjadi semakin rumit dengan adanya kelonggaran izin pasar modern dan berjaringan. “Bahkan ini sudah tidak memperhatikan ketentuan zonasi pasar modern dan pasar tradisional, karena keberadaannya banyak yang saling berdekatan,” jelasnya.

“Pemerintah Kabupaten Jember perlu segera merealisasikan terbentuknya BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Pasar untuk mewujudkan manajemen pengelolaan pasar lebih profesional sekaligus sebagai penambah pendapatan asli daerah,” kata Nyoman.

Di sisi lain, belum optimalnya fasilitasi pemasaran produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) di pasar dan toko berjaringan perlu disikapi juga. “Pemerintah Kabupaten Jember agar membuat kebijakan dan program sinergi pemasaran produk UMKM dengan pasar berjaringan,” kata Nyoman. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar