Politik Pemerintahan

DPRD Jember Cemas Silpa APBD Semakin Bengkak

Anggota Badan Anggaran DPRD Jember dari Partai Golkar Suwignyo Widagdo (dok pribadi)

Jember (beritajatim.com) – Anggota Badan Anggaran DPRD Jember dari Partai Golkar Suwignyo Widagdo menyatakan kekhawatiran parlemen terhadap rendahnya realisasi anggaran dalam APBD 2019. Mereka cemas silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) kita semakin tinggi. Saat ini saja silpa Pemkab Jember mencapai Rp 700 miliar lebih.

“Ketika tahun anggaran sudah memasuki triwulan ketiga, tinggal empat bulan lagi dan bahkan tak sampai empat bulan. Kalau ini tak tercapai, bisa saja silpa lebih tinggi,” kata Suwignyo. Dari 32 urusan yang dianggarkan dalam APBD 2019, hanya urusan lingkungan hidup yang mencapai 55,28 persen. Sisanya memiliki realisasi sangat rendah, dan bahkan nol persen. Berdasarkan buku resmi KUPA (Kebijakan Umum Perubahan Anggaran), total realisasi anggatan belanja APBD 2019 pada triwulan kedua adalah 10,61 persen.

Suwignyo mengkritik masih adanya kegiatan ‘desk’ atau paparan di hadapan bupati oleh organisasi perangkat daerah (OPD) sebelum merealisasikan program yang sudah dianggarkan dalam APBD. “Ketika sudah ditetapkan dan RKA (Rencana Kerja dan Anggaran) masing-masing OPD sudah jelas, saya kira itu saja tinggal melaksanakan,” katanya.

Suwignyo menilai tak perlu ada ‘desk’ lagi. “Kalau itu kan kerja berkali-kali,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar