Politik Pemerintahan

DPRD Gresik Siap Bersinergi dengan Bupati serta Wakil Bupati Terpilih

Gresik (beritajatim.com) – Ketua DPRD Gresik H.Abdul Qodir menyatakan siap bersinergi dengan Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan Aminatun Habibah (Bu Min). Kedua nama terakhir telah ditetapkan KPU pada Jumat (15/1) lalu sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Gresik.

“Kami siap bersinergi dengan bupati serta wakil bupati terpilih sekaligus mengawal visi dan misi program Pemerintahan Gresik baru,” ujarnya, Senin (25/01/2021).

Masih menurut Abdul Qodir, ada beberapa variabel krusial khususnya berkaiatan dengan program pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19, dan pengendalian banjir Kali Lamong.

“Kedua masalah tersebut menjadi krusial karena bersentuhan dengan keberlangsungan hajat hidup masyarakat Gresik secara menyeluruh. Selain upaya menurunkan kasus Covid-19 di Gresik karena berdampak pada sektor ekonomi di daerah,” paparnya.

Implementasi yang dimaksud itu kata, politisi PKB tersebut antara lain program padat karya, pemberdayaan UMKM. Adanya program semua itu dapat membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan saat masa pandemi Covid-19.

Selain pemulihan ekonomi lanjut Abdul Qodir, persoalan banjir Kali Lamong yang menjadi bencana setiap tahun di Gresik Selatan belum menemukan titik temu penyelesaiannya. Hal ini karena kewenangan tidak hanya di pemerintahan daerah saja. Tapi juga keterbatasan anggaran.

Hal senada juga dikemukakan oleh Wakil Ketua DPRD Ahmad Nurhamim. Politisi Golkar itu menyatakan untuk menangani Kali Lamong kebijakan pemerintah dan legilasi harus jelas. Pendekatan kelembagaan perlu dilakukan dengan fokus pada pemanfaatan bantaran sungai, proses pembebasan lahan, penganggaran pembangunan, dan kewenangan masing-masing lembaga.

“Penanganan banjir Kali Lamong tidak hanya dilakukan satu lembaga. Ini karena keterbatasan pemerintah daerah hanya bertindak dalam satu aturan saja. Semua itu harus didukung semua pihak supaya kejelasan tujuan bisa diwujudkan,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, maka Dewan Gresik meminta organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Gresik melakukan aksi konkret, dan terus mengawal progrem pemulihan ekonomi serta pengendalian banjir Kali Lamong.

Saat ditanya mengenai anggaran dalam P-APBD 2021. Dijelaskan Ahmad Nurhamim tentunya kedepan akan banyak turun karena ada pandemi Covid-19.

“Semula P-APBD 2021 sudah disepakati alokasi anggaran pembebasan lahan senilai Rp 50 miliar. Kabar baiknya lagi BBWS juga mengalokasikan pembangunan tanggul Kali di sepanjanh bantaran Kali Lamong senilai Rp 92 miliar melalui skema sharing,” pungkasnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar