Politik Pemerintahan

DPRD Gresik Pastikan PMI Asal Malaysia Dikarantina Sebelum Bertemu Keluarga

Komisi IV DPRD Gresik saat melakukan sidak pekerjan migrain asal Malaysia di pondok rehabilitasi covid-19 di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos)

Gresik (beritajatim.com) – Komisi IV DPRD Gresik memastikan agar Pekerja Migrain Indonesia (PMI) asal Malaysia, yang sudah terlanjur pulang mudik ke Pulau Bawean atau ke beberapa kecamatan lainnya dikarantina dulu di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) sebelum bertemu keluarganya.

Berdasarkan catatan di Pondok Rehabilitasi Covid-19 di Stadion Gejos, ada 40 pekerja migrain yang sudah menjalani karantina selama lima hari. Dari jumlah tersebut, sebagian besar negatif dan kini tinggal 25 orang yang menunggu jemputan dari desanya masing-masing.

“Sejauh ini pekerja migrain asal Malaysia yang mudik ke Gresik yang sudah swab hasilnya negatif. Kendalanya mereka belum siap dan tidak membawa baju ganti,” ujar dr Kamal selaku dokter relawan Satgas Covid-19, Senin (3/04/2021).

Ketua Komisi IV Dewan Gresik Muhammad menuturkan, kedatangan dirinya bersama anggota Komisi IV ke Pondok Rehabilitasi Covid-19 di Stadion Gejos untuk menyakinkan kepada pemerintah daerah bagaimana pekerja migran mendapat pelayanan kesehatan sebelum bertemu keluarganya.

“Sesuai mekanismenya pekerja migrain yang mudik ke Gresik. Terlebih dulu menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya setelah mendarat di Bandara Juanda. Selanjutnya, selama tiga hari disana kalau hasil swab negatif mereka dijemput oleh tim dari daerahnya masing-masing. Kemudian menjalani karantina lagi di Gejos, kalau hasil swab negatif dijemput oleh pemerintah desanya,” tuturnya.

Kendati setelah dijemput oleh pemerintah desanya kata Muhammad, dirinya menghimbau agar kepala desanya maupun Ketua RW dan RT tetap mengawasi. Langkah ini diambil guna memudahkan pergerakan sekaligus menekan penyebaran Covid-19.

“Kalau sudah tiba di kampung halaman jangan kemana-mana dulu karena masih ada pandemi Covid-19. Selain itu, pekerja migrain yang mudik ini bukan dideportasi melainkan ada keinginan mudik ke kampung halaman,” katanya.

Sementara anggota Komisi IV Dewan Gresik Mega Bagus Saputro mengatakan, sidak ke Pondok Rehabilitasi Covid-19 di Stadion Gejos untuk mengetahui secara langsung pelayanan selama ada karantina. Dirinya, juga sempat bertanya kepada salah satu pekerja migrain asal Pulau Bawean yang masih menjalani karantina.

“Umumnya mereka merasa puas dengan pelayanan kesehatan di Stadion Gejos. Mulai dari pelayanan kesehatan, makan maupun yang lain,” ungkapnya.

Wahidin Arifin (68) salah pekerja migrain asal Malaysia mengaku dirinya sudah lima hari menjalani karantina. Pelayanan di Stadion Gejos sangat memuaskan dibanding saat menjalani karantina pertama di Asrama Haji Surabaya.

“Pelayanannya sangat bagus baik itu untuk makan sahur maupun berbuka puasa. Saya berterima kasih kepada petugas disini dan besok mau mudik ke Sangkapura naik kapal cepat,” ujar bapak tiga orang anaknyang sudah bekerja di Malaysia puluhan tahun. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar