Politik Pemerintahan

DPRD Bojonegoro Sebut Penebangan Pohon Massal Tak Tepengaruh Suhu Panas

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tengah melakukan penebangan massal pohon penghijauan jalan diseputaran kota. Sedikitnya ada 1.069 pohon jenis angsana yang ditebang untuk pembangunan saluran air dan trotoar.

Menurut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Sukur Priyanto, hal itu tidak berpengaruh signifikan terhadap suhu panas yang terjadi di Bojonegoro belakangan ini. Namun, adanya penebangan pohon itu juga harus segera adanya reboisasi.

Selain itu, penebangan pohon tersebut juga merupakan program kerja yang sudah pernah dibahas bersama tahun lalu dan harus dikerjakan tahun ini. “Panas di Bojonegoro bukan mutlak dari penebangan pohon,” ujarnya, Jumat (25/9/2020).

Sukur menjelaskan, pertimbangan adanya penebangan pohon penghijauan jalan itu salah satunya untuk pembersihan saluran air yang tersumbar oleh akar pohon. Selain itu, usia pohon penghijauan tersebut juga sudah tua dan butuh peremajaan. “Resikonya banyak yang tumbang jika tidak segera ada peremajaan,” terangnya.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, suhu panas yang terjadi di Bojonegoro karena faktor perubahan iklim dan puncak kemarau. Serta adanya eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di Bojonegoro. “Sehingga perlu adanya penambahan hutan kota dan perawatan yang sudah ada,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Bidang Konservasi dan Pengendalian Pencemaran Air, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro Muhayana mengungkapkan, suhu udara di Bojonegoro masih terbilang normal. Hasil pengukuran suhu yang dilakukan menunjukkan rata-rata suhu udara di Bojonegoro 36,9 derajat celcius.

“Pengukuran suhu yang dilakukan dari Januari sampai September rata-rata 36,9, pernah pada Juni 2020 mencapai 41 derajat celcius,” terangnya.

Dia menyebut, salah satu faktor yang mempengaruhi suhu panas ini karena adanya industrialisasi migas di Bojonegoro dan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor. “Sekarang hampir semua warga punya kendaraan bermotor, setiap rumah bisa 3 sampai 5 motor,” pungkasnya. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar