Politik Pemerintahan

Diminta Memediasi Pertemuan dengan Forkomasbaja

DPRD Bojonegoro Masih Cari Waktu

Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin

Bojonegoro (beritajatim.com) – Konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) – JGC Corporation – JGC Indonesia pelaksana proyek pengembangan unitisasi lapangan gas Jambaran Tiung Biru (J-TB) bersurat ke Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro.

Surat yang dikirim tertanggal 18 Agustus 2020 itu meminta agar DPRD Bojonegoro melakukan pertemuan bersama dengan Forum Komunikasi Masyarakat Banyu Urip Jambaran (Forkomasbaja) guna memberikan klarifikasi dan perkembangan yang sudah dilakukan oleh konsorsium PT Rekind.

Surat yang ditandatangani oleh Site Manager PT Rekayasa Industri, Zaenal Arifin itu dilayangkan setelah adanya pertemuan Forkomasbaja bersama dengan anggota DPR RI menindaklanjuti demo menuntut isu banyaknya pekerja yang terpapar Covid-19, tidak terakomodirnya kontraktor dan tenaga kerja lokal, serta lambatnya pembayaran dari kontraktor EPC-GPF Jambaran Tiung Biru yakni PT Rekind.

Menanggapi surat yang dikirimkan PT Rekind, Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin mengatakan, sudah sepatutnya permasalahan yang ada di daerah bisa diselesaikan oleh pemangku kebiijakan yang ada di daerah. “Saat ini kita masih cari waktu dulu. Setelah itu baru dijadwalkan dalam banmus untuk melakukan hearing,” ujarnya, Selasa (25/8/2020).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyayangkan tindakan Forkomasbaja yang langsung mendatangi DPR RI tanpa melakukan koordinasi dengan pejabat di daerah. Meskipun, hal itu juga menjadi hak setiap warga negara. “Hanya saja seharusnya di sini juga sudah ada wakil rakyat, mestinya juga dilalui,” terangnya.

“Di situ juga ada Mas Parno (Anggota DPRD Bojonegoro) di Gayam yang seharusnya bisa dititipi suara. Kalau mau hearing mending di sini, daripada berangkat ke Jakarta juga pakai uang, apalagi suasana pandemi ini juga penuh risiko,” pungkasnya. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar