Politik Pemerintahan

DPRD Bangkalan Ajak Pengusaha Berkontribusi CSR

Rakor Komisi D dengan pengusaha, Selasa (3/3/2020).

Bangkalan (beritajatim.com) – Komisi D DPRD Bangkalan, terus menggodok rancangan Kota Layak Anak (KLA). Terbaru, sejumlah pengusaha diundang untuk bersinergi mewujudkan dan mendukung rencana Peraturan Daerah (Perda) tersebut.

Dari 20 pengusaha yang diundang, 12 hadir sedangkan 8 pengusaha besar lainnya tak hadir tanpa konfirmasi. Adapun 8 perusahaan tersebut yakni BCA, BNI, Mandiri, BTPN, Indomaret, PT Triwarako, PT Ben Santoso, PT BTS.

Ketua komisi D DPRD Bangkalan, Nur Hasan menyayangkan ketidakhadiran 8 pengusaha tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan komisi C untuk memanggil bahkan menyelidiki dan meninjau langsung 8 perusahaan itu. “Kita akan berkoordinasi dengan komisi C. Kalau perlu disidak, barangkali ada kesalahan yang dilakukan oleh pihak pengusaha terutama untuk galangan kapal yang tidak hadir,” ucapnya, Selasa (3/3/2020).

Nur Hasan menambahkan, koordinasi bersama para pengusaha kali ini bertujuan untuk mendukung menciptakan Kota Layak Anak (KLA) yang sedang digagas saat ini. Nantinya, para pengusaha diminta memberikan Corporate Sosial Responsibility (CSR).

“Untuk CSR itu sebesar 2,5 persen dari penghasilan bersih perusahaan dan diberikan setiap tahun. Dari CSR itu nanti pembentukannya sesuai dengan kebutuhan KLA. Bisa dengan perpus keliling atau apapun untuk mendukung KLA,” tegasnya.

Diketahui, CSR bagi setiap perusahaan itu tertuang dalam Perda nomer 3 tahun 2016 tentang tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan. Dalam Perda tersebut juga diatur besaran CSR bagi tiap perusahaan yang ada di Bangkalan.

Sementara itu, Direktur Busana Indah, Muhammad Gunawan Wibisono mengatakan akan mendukung langkah pemerintah mewujudkan KLA. Namun, ia meminta adanya transparansi program dari CSR yang diberikan tiap perusahaan. “Ya harapannya ada transparansi, supaya semua pihak semangat. Kalau kita memberi CSR namun kita tidak mengetahui alurnya kemana dan seperti apa kan kepercayaan kita juga tidak ada,” tuturnya.

Ia mengatakan, selama ini program CSR tidak berjalan baik. Bahkan, CSR yang ada saat ini dikelola masing-masing perusahaan sendiri. Ia berharap, melalui CSR tersebut tiap perusahaan juga diberikan ruang untuk promosi. “Misalnya pembangunan sebuah taman dari dana CSR , mungkin bisa juga dipampangkan nama tiap perusahaan yang berkontribusi,” tandasnya.[sar/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar