Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

DPPTK Kabupaten Ngawi Telah Membuka Posko Pengaduan THR

Supriyadi, Kabid Tenaga Kerja Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja Ngawi

Ngawi (beritajatim.com) – Sebanyak 10.000 lebih karyawan di 650 perusahaan di Ngawi harus mendapatkan tunjangan hari raya (THR) tepat waktu.

Sesuai aturan Kemanaker, pembayaran THR untuk pekerja sudah diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/1/HK.04/IV/2022 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2022 pada 6 April lalu.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah itu memang tak disebutkan aturan nominal THR yang harus dibayarkan perusahaan. Namun, para tenaga kerja bisa mengadukan terkait pembayaran THR pada dinas terkait melalui posko pengaduan THR. Berikut, THR diberikan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya.

Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi sudah membuka posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) Tahun 2022 yang berada di kantor DPPTK Kabupaten Ngawi tepatnya Jalan Ahmad Yani Kecamatan Geneng Ngawi, sejak Selasa (19/4/2022).

Supriyadi Kabid Tenaga Kerja DPPTK Ngawi menjelaskan, posko pengaduan THR keagamaan ini mulai dibuka sejak tanggal 18 hingga 30 April mendatang sesuai dengan jam kerja yakni pukul 08.00 sampai pukul 13.00 WIB. Dalam posko melibatkan tim yang terdiri dinas terkait dengan mediator. Juga nantinya akan dilakukan oleh tim pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur.

“Jadi posko pengaduan THR sudah mulai kami buka sejak Selasa lalu,” kata Supriyadi, Kamis (21/4/2022)

Dia menambahkan, jumlah perusahaan di kabupaten Ngawi sebanyak 650 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sekitar 10 ribu karyawan dan harus diwajibkan untuk membayarkan THR kepada karyawannya. Pemberian THR tersebut harus dilakukan bagi perusahaan besar, kecil maupun sedang.

“THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan ,” pungkas Supriyadi. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar