Politik Pemerintahan

DPP PKB Resmi Cabut SK Rekom untuk Djoko Susanto – Ayub Junaidi

Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa resmi mencabut surat keputusan rekomendasi pemilihan bupati Jember, Jawa Timur, untuk pasangan Djoko Susanto dan Ayub Junaidi.

Surat pencabutan surat rekomendasi ini ditandantangani langsung oleh Ketua Umum Muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal Hasanuddin Wahid pada 30 Maret 2020. Pencabutan surat rekom ini didasarkan pada usulan Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember sendiri.

“Dengan adanya surat ini, secara resmi SK untuk Pak Djoko dan Ayub Junaidi dinyatakan dicabut dan batal demi hukum. Hal ini karena Pak Djoko dianggap telah mengkhianati PKB. Begitu dia dapat SK, yang seharusnya segera deklarasi tapi tidak mau deklarasi dan juga tidak konsolidasi,” kata Wakil Ketua DPC PKB Jember Eko Imam Wahyudi, Senin (13/4/2020).

Bahkan, lanjut Imam, Djoko dianggap melakukan wanprestasi terhadap Pengurus Cabang NU Jember. Djoko pernah membuat surat pernyataan kontrak jam’iyyah dengan NU, dan tidak dilaksanakan. “Surat (pencabutan SK rekom) ini diberikan DPP kepada internal partai,” katanya.

Selanjutnya, DPC PKB Jember akan segera menembuskan surat keputusan pencabutan rekom ini kepada pasangan Djoko dan Ayub. “Untuk sementara ini, PKB belum mengusung calon siapa-siapa. Free dulu. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk pencalonan bupati Jember ini, PKB menyerahkan sepenuhnya kepada NU. Nanti biar orang-orang yang mau mencalonkan diri berkomunikasi dengan NU. Kalau sudah ada calon yang terbaik, NU akan berkomunikasi langsung dengan DPC dan bahkan ke DPP PKB,” kata Imam.

Sementara itu, juru bicara tim pemenangan Djoko Susanto, Darsan, menyatakan belum pernah menerima surat resmi soal pencabutan rekom itu. Mereka baru tahu dari media sosial. “Kami merasa tetap berhubungan baik dengan keluarga besar PKB,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar